Spent the first of March with another blogger, our beloved komentatorwati who now is expecting her first son, and the two girls from the office next door :)

To @tantedebz, have a pleasant flight back to Edmonton.

Foto oleh dan yang hanya terlihat jidatnya saja adalah @cipukun.

Makan malam terakhir dengan menu yang sedikit mewah. Kami ajak James dan Wawan untuk ikut serta.

Ki-ka: Efa, Wawan dan Mila.

Di hari kami harus meninggalkan Labuan Bajo, Efa dan Mila menyempatkan diri berkunjung ke pasar. Sementara saya memperpanjang waktu tidur saya.

Setelah check-out dari hotel kami masih memiliki waktu untuk keliling-keliling Labuan Bajo. Tempat pertama yang didatangi adalah kantor pos. Kami mengirimkan beberapa helai kartu pos untuk orang-orang terkasih.

Namanya Pantai Pede, tidak jauh dari pusat keramaian Labuan Bajo tapi relatif sepi siang itu. Serasa pantai milik sendiri.

Labuan Bajo itu benar-benar selebar daun kelor :D Bapak ini pertama kali kami temui di Pink Beach. Eh, kemudian bertemu lagi di luar Bandara Komodo sambil ngopi-ngopi cantik.

Yak, pesawatnya terlambat.

Yang dinanti setiap akhir tahun:

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 14,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Dari Gua Batu Cermin, pada hari yang sama, kami bertolak menuju sebuah air terjun yang menjadi obsesi bagi @mila_said dan @EfaAyuDhewe. Dari semua atraksi wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, air terjun Cunca Wulang inilah yang paling khidmat saya baca reviewnya. Mengapa demikian? Silahkan baca tulisan ini sampai selesai, ya.

Sebenarnya penyebutan air terjun Cunca Wulang ini agak rancu karena dalam bahasa sana/bahasa Flores(?) cunca itu sama dengan air terjun. Untuk kata Wulang sendiri bisa ditebak, dong, padanan katanya? Yup, wulang -> wulan -> bulan.

Entah, ya, berapa jauh dari lokasi Gua Batu Cermin ke Cunca Wulang. Tapi dari sebuah catatan menyebutkan, jaraknya sekitar 30 Km dari kawasan keramaian Labuan Bajo. Didapati jalan yang awalnya lurus-lurus saja mulai berkelok-kelok dan menanjak. Pada satu titik kami disuruh Wawan untuk keluar dari mobil. Katanya lokasi ini paling bagus untuk ambil gambar dengan latar-belakang kota Labuan Bajo. Kami menuruti permintaannya dan membiarkannya mengarahkan gaya kami dari atap Suzuki AVP. Yang memotret lebih banyak aksi ketimbang yang menjadi objeknya :D

Ini hasil arahan gaya dari Wawan.

Read the rest of this entry »

@mila_said sudah menurunkan lagi tulisan mengenai trip kami ke Labuan Bajo/Pulau Komodo. Maka, saat ini, detik ini, saya menetapkan hati untuk menyelesaikan kisah perjalanan tersebut. Huff!

Setelah dadah-dadah pada kapten kapal dan anak buahnya, kami bertiga meninggalkan pelabuhan Labuan Bajo. Di muka gerbang pelabuhan langkah kami tertahan oleh kemunculan James dari salah satu warung sambil memamerkan senyum lebarnya. Dengan sigap dia mengambil alih peralatan snorkel yang kami tenteng. “Kamu sedang apa tadi, James?” tanya saya yang terheran-heran dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu. “Hmmm, anu, Kak, saya tadi refreshing. Main PS,” jawabnya.

Lalu kami berempat berjalan santai menuju kantor Komodo Eko Wisata sambil membicarakan kegiatan untuk keesokan harinya. Mila mengulang lagi rencana untuk mengunjungi sebuah gua dan air terjun yang lokasinya masih berada di Kabupaten Manggarai Barat. Sementara dalam kepala saya berputar-putar angka-angka yang menunjukkan biaya yang harus dikeluarkan. Dana pribadi saya sudah menipis kala itu, karena itu juga rencana saya untuk memperpanjang liburan di Ubud harus diurungkan *so sad*

Tampaknya kedua teman seperjalanan saya ini menangkap dengan baik perubahan raut wajah saya. Kata mereka, “Tenang, Git, biaya transportasi besok kami yang menanggungnya.” Serta-merta badan ini ringan terasa. Hahaha…. Tapi tentunya saya tidak begitu saja menerima tawaran mereka, saya tawarkan kontribusi saya dalam bentuk membeli cemilan dan makan siang. Pematangan rencana lalu kami lakukan di Bajo Beach Hotel dengan memanggil Wawan yang kami sewa lagi jasanya.

Read the rest of this entry »