sok kenal sok dekat.

SKSD Bagian Pertama

Kemaren saya berada di dalam lift yang sedang menuju ke atas. Selain saya, ada tiga orang lain berbagi lift bersama. Saya menempatkan diri berdiri di pojokan sambil bernyanyi dalam hati, na… na… na.

Kira-kira setengah perjalanan menuju lantai yang saya tuju, salah seorang tadi bersuara, “Kapan ke Bogor?”.  Tapi tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Kemudian orang tadi (seorang bapak, tepatnya) melontarkan pertanyaan yang sama. Kali ini dengan intonasi suara yang lebih kencang dan body language yang menjorok ke arah saya.

Saya langsung berpikir cepat. Secara saya memang tinggal di Bogor, maka saya langsung menjawab, “Belum, Pak.” Ya, iyalah, belum pulang ke Bogor, belum waktunya bubaran kerja. Tidak lama kemudian, pintu lift terbuka, dan si bapak itu langsung melesat keluar sementara saya masih berpikir di mana saya pernah bertemu bapak tersebut.

SKSD Bagian Kedua

Menjelang tidur, ada sms masuk dari nomor yang tidak saya kenal. Isinya sebagai berikut:

Bulan! Kau pncr kn snr trang kau hiasi mlm, kau llapkn q dlm mmpi pnjng. Tp kau ta tau pa yg kurskn? Ta mngrti pa yg ku alami. Ia prg! tgglkn q bgt sj..! bulan andai kau dpt bcr tlng smpekn syng q pdnya sbab ia prgi tngglkan q. Bulan cm km yg mnmani mlm q,?

Antara gemes dan ngakak pol, bacanya.

book review: Forever Yours.

forever yours150Bagaimana mungkin seorang pengacara sukses dapat jatuh cinta kepada seorang penjaga ladang? Atau hanya karena nafsu semata, karena si pengacara pernah tak sengaja melihat si penjaga ladang mengguyurkan air sumur ke sukujur tubuhnya yang six pack sempurna itu?

Bagaimana mungkin seorang penjaga ladang dapat jatuh cinta kepada seorang pengacara sukses yang sangat arogan? Atau hanya karena nafse semata, karena si penjaga ladang diminta membebaskan seekor ular hijau kecil yang nakal yang berhasil menyelinap ke dalam blus si pengacara?

Cinta atau nafsu? Siapakah yang harus mengalah pada kata hati, atau siapakah yang berhasil mengungguli logika? Temukan semua jawabannya dalam karya Karla M. Nashar terbaru ini.

And, I love it.  Thank you, Yusi, for lending this book.

ninety niners reunion.

Setelah sepuluh tahun berpisah, akhirnya Ninety Niners dari SMA 1 Bogor mengadakan acara temu kangen di Café Dedaunan, Kebun Raya Bogor pada hari Sabtu, 23 Mei 2009.

Saya ceritanya ikut jadi panitia. Tapi karena kalau rapat-rapat persipan suka mangkir, jadi saya pilih kewajiban yang paling ringan yakni melobi teman-teman sekelas saya di 2-7 untuk datang. Hehehe…

Tanggung jawab yang saya kira ringan itu ternyata tidak demikian. Bagian terberatnya adalah ketika harus menerima penolakan dari teman-teman yang tidak bisa ikut serta. Hiks…. Semoga dalam reuni berikutnya, yang mudah-mudahan tidak dilakukan dalam satu dasawarsa sekali, lebih banyak lagi yang bisa ikut serta.

Dan, berikut cuplikan fotonya….

ninety niners reunion

class of 2-7

jalan-jalan malam bersama KHI.

Sabtu kemarin (09/05) saya menghabiskan malam minggu dengan melakukan jalan-jalan mengunjungi Kota Tua Batavia bersama Komunitas Historia Indonesia (KHI). Hajatan ini berjudul Jakarta Night Heritage Trail (JNHT) dan merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan World Book Day di Indonesia yang dipusatkan di Musium Bank Mandiri (MBM) mulai tanggal 23 April – 17 Mei 2009.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tujuh jam. Dimulai pada pukul tiga sore dan berakhir sekitar pukul 10 malam. Dan semua dilakukan dengan berjalan kaki.

Bersama Andri dan CieDie, saya beranjak dari Ragunan menuju MBM yang berada di seberang Stasiun Kota menggunakan Bis Transjakarta. Sebelumnya niat kami sempat melempem karena hujan deras disertai angin ribut sempat menghampiri area selatan Jakarta dari pukul 09.00 – 13.00 WIB. Namun rupanya semakin kami melaju ke utara, awan mendung tampak semakin menipis. Bahkan ketika kami sampai di Stasiun Kota, mentari sore bersinar hangat.

Continue reading ‘jalan-jalan malam bersama KHI.’

belanja buku bulan April.

Memanfaatkan acara Pesta Buku Gramedia, 1-5 April 2009 yang digelar di Gedung Kompas Gramedia, Jl. Palmerah Barat, Jakarta.

1. Don’t Sweat the Small Stuff at Work oleh Richard Carlson (Rp 7.000,-)

Kita diajak untuk membuka pikiran bagaimana kita mendekati pola-pola yang ada dalam dunia kerja sehingga kita terhindar dari perilaku mempersoalkan masalah-masalah kecil yang berhubungan dengan pekerjaan. Buku ini menjanjikan cara-cara mudah untuk membuat pekerjaan bukan lagi sesuatu yang menimbulkan stres, melainkan sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan.

Alasan membeli: atas referensi dari Ayu. Katanya dia sering berulang-ulang membaca buku ini.

Kesimpulan: setelah membacanya, gw memutuskan menyukai bab tentang “TGIT”, Thanks God Its Today.

2. Don’t Sweat the Small Stuff for Woman oleh Kristine Carlson (Rp 7.000,-)

Sebagai perempuan, kita menjalani hidup yang sangat berat di zaman (absurd) ini, apalagi jika kita sekaligus mengemban beban ganda (baca: sebagai perempuan bekerja dan ibu rumah tangga kelak). Kita hanya mempunyai sedikit waktu untuk bersantai. Buku ini menunjukkan bagaimana cara menikmati hidup dengan ketenangan, kedamaian dan kegembiraan di tengah hiruk-pikuk dunia ini.

Alasan membeli: karena buku ini diobral bersebelahan dengan buku di atas.

Kesimpulan: buku yang ditulis istri dari Richard Carlson ini mengulik permasalahan perempuan yang njelimet itu dengan cukup singkat dan tanpa menggurui. Dalam buku ini gw menyukai bab mengenai “Menjadi 99% Bebas dari Gosip”.

Continue reading ‘belanja buku bulan April.’

Next Page »