she’s back for a while.

Cleo Singapore, November 2009Dulu saya pernah berlangganan majalah Cleo Malaysia. Hanya selama satu tahun, sih. Pada saat ingin memperpanjang masa berlangganan, rupanya sang importir sudah tidak lagi menyediakan majalah teresbut baik edisi Malaysia, Singapura maupun Australia dalam katalognya.

Pada akhir minggu kemarin teman kantor saya dan teman Plurk saya berkesempatan melakukan backpacking di Singapura dan Malaysia. Langsung saja mereka saya todong untuk mengoleh-olehi saya majalah tersebut. Mereka bilang tidak janji untuk membelikannya karena ini budget traveling, sehingga receh-receh harus dihemat semaksimal mungkin :p

Namun doa tetap dipanjatkan (LOL), dan pada siang hari ini majalah tersebut sudah ada dalam genggaman.

Terima kasih saya ucapkan kepada Cipu dan Lenia. (cozy) untuk kalian berdua.

pada suatu hari Minggu.

Pada suatu hari Minggu, tepatnya 18 Oktober 2009, saya mengikuti kegiatan teman-teman saya antara Semplak (Bogor) – Monas – Pasar Minggu.

Dimulai dengan mendatangi pernikahan Noe, teman dari kantor tetangga. Jam sembilan pagi saya sudah berpakaian, tapi karena keringat terus-menerus bercucuran saya tidak bisa mengenakan make-up. Pelembab dan bedak luntur dengan sempurna.

Sebelumnya saya menawarkan diri menjadi penunjuk jalan bagi teman-teman dari Jakarta. Namun karena saya telat berangkat dari rumah, sementara mereka sudah sampai di Botani Square sebagai meeting point, akhirnya saya memandu mereka via handphone untuk menuju kediaman sang pengantin di daerah Cijahe, Semplak, Bogor.

Saya sampai lebih dulu di tempat resepsi. Langsung bersalaman dengan kedua mempelai, lalu menyantap hidangan dengan santai karena sama sekali tidak perlu mengantri, yeahhh. Lima belas menit kemudian, teman-teman dari Jakarta tiba juga. Dan itu merupakan pertanda dimulainya foto-foto narsis :D

Cantiknya kami (huehuehue)

Cantiknya kami (huehuehue).

Sebelum menuju Monas, kami (saya, Efa, Ayu, Andri, Louise, Shinta, dan Arwan) mampir dulu di Makaroni Panggang untuk menyesap minuman dingin. Selepas dari tempat makan tersebut, Efa berpisah dengan kami.

Perjalanan menuju Monas lancar jaya walau harus memutar tempat tersebut dua kali karena tidak menemukan gerbang masuknya (doh). Kami hadir di Monas untuk acara ini. Sebagai bagian dari organisasi tersebut, senanglah kami bisa ikut berpartisipasi walau mood sebenarnya sudah menurun karena acara tersebut sempat dibatalkan dua kali.

Kami tiba di panggung utama bertepatan dengan tampilnya RAN. Tapi alamakkk, panas banget. Lagu-lagu yang dibawakan oleh RAN tentu saja tidak bisa dinikmati sebagaimana mestinya. Lalu kami memutuskan untuk berteduh saja di dalam tenda sambil melihat-lihat program-program yang dipamerkan.

Walau panas tetap sumringah di depan kamera.

Walau panas tetap sumringah di depan kamera.

Bosan melihat-lihat di dalam tenda, saya melihat keadaan panggung dari jauh dan tetap berteduh menunggu penampilan Maliq n D’Essential. Tiba-tiba kerumunan yang berada di sisi kanan panggung semakin menyemut mengerumuni Angga sang vokalis Maliq. Kami dari jauh hanya menikmati sambil memberi komentar, hebat yah Angga tetap ramah menerima permintaan foto.

Mendekati sebuah Mercy, para fans sudah tidak begitu ramai mengelilingi Angga. Kami dari jauh memberi komentar lagi, bagaimana kalau kita juga minta foto bareng. Dan tada…, hasilnya adalah sebagai berikut:

Yes, berhasil berfoto dengan artis :D

Yes, berhasil berfoto dengan artis :D

Dan dari Angga itulah kami tahu kalau Maliq sudah tampil beberapa waktu yang lalu.

Karena tidak ada yang ditunggu lagi, kami pun pulang. Tapi sebelumnya foto-foto dulu berlatar belakang tugu Monas yang mahsyur itu.

Kata Ayu, dalam foto ini kelihatan banget mana yang keberatan badan (LOL)

Kata Ayu, dalam foto ini kelihatan banget mana yang keberatan badan (LOL)

Selepas magrib, saya, Andri dan Louise menuju Teater Salihara untuk melihat acara Quintessentia yang dimanajeri oleh salah seorang teman kantor saya, Debbie. Di sana juga Lili bergabung dengan kami bertiga.

Andri, saya dan Lili.

Andri, saya dan Lili.

Sita Nursanti dalam If We Hold On

Sita Nursanti dalam If We Hold On.

Dan, kegiatan di hari Minggu tersebut berakhir pada pukul 21.30 WIB. Lelah sekaligus gembira, yang terkadang malah membuat saya sulit untuk tertidur.

hari ini sebelas tahun yang lalu.

Langit di Bogor lagi mendung melulu, tapi nggak berarti kita juga musti ikutan mendung… cheer up, guys!

Hari ini ada ulangan mate dadakan yang langsung membuat shock anak-anak sekelas. Mereka tau suatu hari nanti pasti ada ulangan mate, tapi pada gak nyangka kalo ulangan itu diadain Kamis ini, dikirain Kamis depan…

Jadi gitu deh, semua pada ribut kasak-kusuk, pada nggak tenang ngerjain soal-soal yang ajaib itu, termasuk juga gue. Sebentar-bentar gw celingukan ke kertas jawabannya Dolcy, atau kalo dia belum beres mengerjakan soal, gue ngebatuin ngoper-ngoper kertas jawaban yang pada seliweran. Seru juga…

Cuplikan dari catatan harian kala SMA.

Blogged with the Flock Browser

deman Kugy dan Keenan.

Beberapa teman yang akan menjadi agen Neptunus juga :-D

Nus, ini surat lamaran kami. Mohon dipertimbangkan, ya. -SLL-

Nus, ini surat lamaran kami. Mohon dipertimbangkan, ya. -SLL-

sebulan bersama GRI.

Diajak, tepatnya diracuni seorang teman, maka mendaratlah saya dalam komunitas Goodreads Indonesia. Tidak lama sesudah daftar menjadi anggota, saya langsung mengikuti kegiatan mereka.

Judulnya, sih, boleh Ririungan dengan GRI Bogor. Tapi peserta terbanyak justru datang dari Jakarta.

Judulnya, sih, boleh Ririungan dengan GRI Bogor. Tapi peserta terbanyak justru datang dari Jakarta.

2 Agustus 2009. Kopdar dengan anggota GRI di Bogor. Acaranya makan-makan, jalan-jalan, dan bagi-bagi buku. Sempat terbengong-bengong karena tidak bisa menjawab kuis-kuis yang dilontarkan. Tapi, pada akhirnya saya tidak pulang dengan tangan kosong. Saya berhasil menggondol The God of Small Things (Arundhati Roy) versi bahasa Inggris. Yipeee…

Menonton cin(T)a

19 Agustus 2009. Tawaran untuk menonton film cin(T)a, yang diputar secara terbatas itu, tentunya tidak saya lewatkan.

Mencari Bintangmu di Langit

30 Agustus 2009. Mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama GRI dan Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dalam acara Mencari Bintangmu di Langit. Mengundang juga dua ratus siswa-siswi SMP dan SMA dari seputaran Jakarta untuk lebih mengenal dunia penerbangan dan antariksa.

Next Page »