the sad and undone.

Seminggu semenjak kejadian “Monas”, beginilah kegalauan hati gw pada hari-hari sesudahnya…

After 100 years of awakening, there’s nothing to be proud of as a nation when violence and hatred are used as the legitimate language.

Am I apathies? Or, just shoot me!!!

Semoga dari berbagai serpihan-serpihan permasalahan bangsa ini ada yang terselesaikan dengan baik dan benar.

i’ve got the bouquet.

Seminggu yang lalu (18/5) di pernikahan sepupu gw, untuk beberapa saat gw merasakan menjadi pusat perhatian. Hohoho.

Atas kontribusi seorang bibi yang sangat vokal (aka. meneriaki gw dari jarak 10 meter agar gw ikut serta dalam acara mengentaskan kemelajangan), gw berhasil didirikan diantara sekelompok perempuan-perempuan muda (banget dibandingkan usia gw) teman sang pengantin wanita untuk merebut buket bunga yang konon bagi siapa pun yang mendapatkannya dialah yang akan naik ke pelaminan berikutnya. Amin.

Dalam pemikiran gw kala itu—setelah berhasil menghalau rasa malu karena kevokalan sang bibi—wahhh jikalau berhasil mendapatkan buket bunga ini mungkin ada semacam doorprize yang menarik. Minimal voucher makan gitu di resto pizza.

Gw pun menyusun strategi. Awalnya gw berdiri di bagian samping kanan dari kedua pengantin. Tapi di bagian ini perempuan-perempuan muda usia itu cukup padat bergerombol. Kalau begini bisa-bisa terjadi fight cat. Gw pun berpindah ke sisi kiri yang lebih sepi peminat sehingga lebih leluasa bagi gw untuk melakukan berbagai macam lompatan. Gw mantapkan posisi gw demi sebuah voucher. Yeah.

the bouquetAnd, here goes the bouquet…

Buket bunga mawar putih itu melayang dengan sempurna dari tangan kedua mempelai. Melambung dengan cantik menuju kerumunan jomblo-jomblo yang berteriak-teriak girang. Tak dinyana, buket tersebut meluncur ke arah gw layaknya sandal jepit yang digunakan untuk menyambit maling jemuran. Gw sempat bereaksi untuk menunduk dan menyelamatkan kepala gw dengan kedua tangan, nggak mau benjol. Namun dalam satu detik kemudian, tangan kanan gw menangkapnya. Gw terpaku. Buket mawar itu ada di tangan gw. Ohhh, beginikah rasanya jika berhasil menangkap bola dan memenangkan inning bagi tim baseball lo???

the happy catcherKembali ke situasi. Kerumuan perempuan-perempuan muda usia itu mulai terurai diiringi tepukan tangan (buat gw, pastinya). Kemudian beberapa kaum kerabat menghampiri dan mengucapkan selamat serta doa agar gw segera menjadi pengantin. Gw terharu, inikah doorprizenya???

akar.

Tempat manakah yang terasa seperti rumah?
Entah mengapa setiap kali kali memasuki Bogor dari arah Tol Jagorawi dan melihat palang Terminal Barangsiang, gw sudah merasa ada di “rumah”.

Sebutkan satu hal yang paling diinginkan sewaktu kanak-kanak, tapi tidak pernah terkabul?
Memiliki boneka Barbie yang asli.

Sebutkan kegiatan masa kecil yang ingin Anda lakukan lagi?
Memanjat pohon, khususnya pohon jambu klutuk.

Apa yang paling Anda takuti sewaktu kanak-kanak?
Jika berkesempatan bertemu hantu. Mendengar kata-nya disebut aja, sudah cukup membuat gw merinding.

Diilhami seorang guru? Dibantu seorang teman? Sebutkan orang dari masa lampau yang patut menerima terima kasih Anda?
Guru-guru gw di TK Tunas Rimba yang “terpaksa” mengizinkan gw tampil di panggung gembira membawakan tiga macam tarian, walau gw nggak punya bakat menari.

Adakah yang paling Anda nikmati sewaktu kanak-kanak namun dilarang?
Bermain-main di sungai. Ohhh, betapa jernihnya sungai-sungai kala itu.

Siapa teman SMA yang paling ingin Anda jumpai lagi?
Semua cowok yang pernah gw kagumi (tapi hanya untuk dilihat dari jauh) dan mereka yang tergabung dalam kelompok pencinta komik jepang.

Apa buku favorit Anda ketika berumur 12 tahun?
Buku serial remaja Girl Talk.

Masalah paling heboh sewaktu Anda remaja?
Masalah jerawat, hubungan dengan lawan jenis, kesulitan belajar, konflik dengan orang tua, serta konflik dengan kedua adik gw..

Bagaimanakah rasanya jika bertemu tokoh idola masa kanak-kanak Anda? Apa yang akan Anda tanyakan padanya?
Idola gw saat itu adalah group boys band New Kids on The Block. Pastinya gw akan senang sekali sampai semaput, mungkin. Dan gw akan bertanya: Apakah Joye (McIntyre) sudah punya pacar?

Tahukan Anda di manakah nenek Anda dilahirkan?
Tahu. Di Garut, sama seperti tempat gw dilahirkan.

Sebut salah seorang anggota keluarga yang ingin Anda kenal dengan lebih baik?
Bapak gw.

Sebut salah satu hasrat Anda sewaktu 16 tahun yang tidak ingin Anda cantumkan dalam daftar ini?
Keinginan mengikuti pemilihan Gadis Sampul. Huek!

Adakah piknik bersama keluarga yang paling berkesan?
Saat kami sekeluarga pulang kampung ke Medan. Tapi itu tidak bisa disebut sebagai piknik, bukan?

Sebutkan suatu masa dalam sejarah keluarga yang ingin Anda ketahui lebih banyak?
Gw ingin mengetahui sejarah cinta kedua orang tua gw (mereka nggak mau cerita soalnya) dan ketika gw dilahirkan (nggak pernah bosan mendengarkannya).

Kapan Anda pertama kali merasa dewasa?
Saat mengungkapkan permintaan maaf kepada Nyit-Nyit (Anita). Tapi mengenai masalah apa, gw pun sudah lupa.

Adakah yang harus Anda sesali dari masa kanak-kanak Anda?
Gw menyesali mengapa “keberanian” yang gw miliki saat itu kian menipis seiring gw beranjak dewasa.

Apa album pertama yang Anda beli dengan uang sendiri?
Album group band Indecent Obsession.

Sebutkan satu hal yang paling sering Anda kerjakan sewaktu remaja?
Menulis jurnal harian hingga berlembar-lembar dan menulis cerpen.

book review: I Beg Your Prada.

Booklover, seperti kita ketahui bersama, harga buku di negeri ini tidaklah murah. Apalagi keadaan ekonomi yang kurang baik saat ini, seperti kenaikan harga minyak dan kertas, membuat harga buku menjadi semakin mahal. Hal ini menjadikan gw pribadi semakin hati-hati dalam membeli buku yang gw mau. Supaya nggak kecele, seperti yang dialami teman gw Feby (bukan nama sebenarnya), sebaiknya sebelum membeli usahakanlah untuk membaca referensi buku termaksud. Referensi tersebut bisa didapat dari nukilan di sampul belakang, tulisan di surat kabar/majalah, situs toko buku online, atau situs si penerbit buku. Atau, jika lo bukan mahluk yang jaim, apabila buku itu terbungkus plastik yang ketat mintakan pada pramuniaga untuk boleh membukanya. Ini sekedar untuk mengetahui sekilas isinya lho ya, dan bukan untuk membaca keseluruhannya.

Penting untuk nggak percaya begitu aja pada komentar orang-orang yang kerap kali ditampilkan pada sampul depan atau belakang dari buku yang termaksud. Karena itu bukan jaminan bagusnya sebuah buku. Lebih baik percaya pada orang-orang terdekat lo yang memang sudah pernah membaca buku tersebut. Jadi, lo akan mendapatkan komentar jujur dari orang pertama.

i beg your pradaKembali ke teman gw yang bernama Feby. Kemarin dia baru aja beli sebuah buku berjudul I Beg Your Prada. Since she’s such an impulsive buyer, she bought that book simply because its catchy title, the design of the cover, and certain famous names who give a comment.

Feby mengira I Beg Your Prada adalah sebuah novel sejenis chicklit. Ternyata bukan saudara-saudara. Sesuai dengan tag line di bawah judulnya: Curhat Perempuan Metro, buku ini memang berisi curhatan dua orang perempuan kalangan menengah atas perkotaan mengenai dunia mereka yang serba cepat, instan dan artifisial.

Bagi Feby, perempuan setengah urban, buku ini cukup membuatnya pusing. Karena dunia bagian sebelah sini berjalan tidak begitu cepat. Dengan demikian dalam waktu kurang dari satu jam sejak dibeli, buku tersebut dilungsurkan kepada gw. Hohoho, senangnya.

Terdengar agak berlebihan? Tapi bagi lo yang akan bergelut di kota metropolitan seperti Jakarta atau kota-kota besar lainnya, buku ini dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui di mana posisi lo. Apakah berada di kelas ikan teri, kakap, atau paus? Selamat membaca.

benci rabu.

Seharusnya kita tidak bertemu di hari Rabu
Entah hawa apa yang membuat hati kelu
Haruskah menyalahkan pada bumi
dan manusia-manusia kemarin
Atau ambillah sejumput pasir
dan tiupkan padaku
Agar aku hirau
Tapi, sebaiknya kita tak usah bertemu di hari Rabu
Aku benci… benci sekali pada kebisuan itu

Next Page »