kiriman buku.

Seperti sudah diketahui bersama (bersama siapa?), saya adalah pengumpul buku-buku karya Madame Jacqueline Wilson. Tentunya saya senang sekali mendapatkan buku-bukunya yang belum atau tidak diterbitkan di Indonesia. Apalagi jika gratis. Senang kuadrat itu!

Nah, buku di bawah ini datang dari @liliamrina dan suaminya, @somatomat, yang akhir Juni kemarin mengikuti bazaar buku second yang kerap kali diadakan oleh @DriveBooksJkt. Untuk penyelenggaraan kali ini saya absen dulu, kan baru saja berburu di acaranya Mizan 😀 Jika tertarik mengetahui apa yang pernah saya beli di acara @DriveBooksJkt sebelumnya, boleh meluncur ke sini.

Lili dan suami, terima kasih, yaaa… Mengutip perkataan @tantedebz, surga teratas untuk kalian berdua. Aamiin.

Girls in Love // Jacqueline Wilson
Advertisements

Mizan Online Book Fair.

Suka, deh, sama acara diskon buku. Ditambah lagi kalau berlangsung secara online, seperti yang digelar penerbit Mizan grup untuk keempat kalinya ini. Jangan ditanya betapa paniknya saya ketika melihat banner berikut terpampang nyata pada laman BukaBuku.com (salah satu toko buku online nasional langganan saya).

Dengan tekun saya mengamati setiap judul buku dari Mizan grup yang ada dalam daftar jualannya bukabuku.com dan berhasil mengumpulkan 40-an judul menarik versi saya. Keinginan, sih, beli semua judul tersebut tapi hal ini bertolak belakang dengan realita keuangan 😀

Dan setelah mempertimbangkan masak-masak judul buku yang paling ingin dibeli, maka mengerucutlah menjadi 9 judul, selembar alat pengukur tinggi badan plus Time Will Tell-nya Okke Sepatumerah dan Rini Sardjono (yay!) dari penerbit Gagas Media.

My book order from BukaBuku.com

Lihat, tak, hasil penghematannya? Good bargain isn’t it?

Penawaran istimewa ini sepertinya berlangsung di setiap toko buku online nasional dan akan berakhir pada tanggal 22 Juli 2013.

book review: One Crazy Summer.

Dry your eyes/There’s no need to cry/I’m so sorry but/Bye bye, so long/Mother’s gotta go now/La la la la la la

I’m so sorry to see you cry/Wipe those tears from your eyes/So long, mother’s gotta go now/La la la la la la

It’s been so long since/You’ve been gone away/And maybe when you come back/You’ll be home to stay

But in the mean time while/I’m so lonely and so blue/Why don’t you tell me now/Tell me now, what am I gonna do

I’m so sorry to see you cry/Wipe those tears from your eyes/So long, mother’s gotta go now/La la la la la la

Dry your eyes, bye bye, baby/Dry your eyes, don’t cry, baby…

One Crazy Summer // Rita Williams-Garcia

Seperti yang telah diketahui oleh sidang pembaca semuanya, beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah buku secara online, One Crazy Summer judulnya. Buku itu kini telah tuntas saya baca. Untuk memenuhi target posting-an di bulan Maret ini maka saya mencoba untuk melakukan review atas buku tersebut.

Adapun alasan mengapa saya membelinya, karena saya tertarik dengan segala penghargaan yang diterima oleh buku tersebut. Dari sampul belakangnnya tercatat lebih dari 10 penghargaan literasi yang sudah diterima, salah satunya adalah penghargaan dari Newbery Award.

Eh, ada alasan keduanya, ding. Yakni… buku ini (edisi paperback) sedang turun harga di The Book Depository. Tidak signifikan, sih, turunnya. Tapi dari tiga kandidat buku yang turun harga di daftar keinginan (wish list)-nya TBD (buku lainnya: Girl Under Pressure-nya Jacqueline Wilson dan Lonely Planet: Southeast Asia on a Shoestring) pilihan saya jatuh pada buku dengan sampul bergambar tiga anak African-American yang sepertinya sedang melakukan kegiatan baris-berbaris ini.

Halahhhh, ini preambulenya panjang banget, Git. Yo wesss, capcus…

Setting. Oakland, California, Amerika Serikat tahun 1968 adalah tahun-tahun awal pergerakan Black Panther Party, organisasi warga African-American berasaskan revolusi sosialis. Sementara di Indonesia pada waktu itu diwarnai oleh gerakan anti-komunis, ya.

Pokok bahasan dengan sedikit spoiler. Seorang ayah, Pa, mengirim terbang ketiga anak gadisnya (Delphine, Vonetta dan Fern) dari Brooklyn, New York ke Oakland untuk menghabiskan satu bulan liburan musim panas bersama dengan sang ibu, Cecile, yang meninggalkan mereka ketika mereka masih bayi.

Continue reading “book review: One Crazy Summer.”

akhirnya datang juga (bagian kedua).

Karena pernah dikirimi kartu pos dari Nella di Jerman, saya kemudian memberanikan diri untuk belanja buku lewat toko buku on-line The Book Depository.

Ini bukan kali pertama saya belanja buku di TBD. Hanya saja selama ini saya kan menggunakan alamat di Jakarta sebagai tujuan akhir dari buku-buku yang saya beli.

Berhubung sekarang saya sedang balik ke rumah orang tua yang lokasinya di Kabupaten Bogor, ada sedikit rasa pesimis yang menggelayut. Akankah buku yang saya pesan sampai dengan selamat sebagaimana kartu pos dari Nella?

Ternyata dibutuhkan waktu 19 hari bagi buku One Crazy Summer karya Rita Williams-Garcia melakukan perjalanan dari Inggris hingga alamat yang ditujunya.

Waktu pertama kali belanja di TBD saya juga mengalami keparnoan tak beralasan seperti ini. Tapi kini keraguan saya itu sirna sudah. Pak Pos, I heart you!

Apakah pertaruhan harus ditingkatkan lagi, semisal membeli barang sandang dari ASOS.com? Hmmm… *garuk-garuk dagu*

Sampul dan bukti belanja di TBD.
One Crazy Summer // Rita Williams-Garcia.

Posted with WordPress for BlackBerry.