memperkenalkan, Si Ndut.

Demikianlah saya memanggil adik bungsu saya itu. Nama aslinya Sukmaraharja. Die hard fans-nya AS Roma ini lumayan sering keliling Indonesia untuk melakukan penyelaman, gratis pula. Nah, saya mau membagikan pengalamannya kepada sidang pembaca sekalian 😀

Berikut adalah beberapa posting-an dari blognya:

Sementara ini penampakan si empunya blog:

Si Ndut.
Advertisements

ke mana Si Mamah?

Semalam saya hanya tidur dua jam saja. Apa pasal? Karena Si Mamah tak kunjung tiba dari acara rapat warga. Bagaimana bisa memejamkan mata, sementara ibu semata wayang pada pukul setengah satu pagi masih di luar rumah.

Izinnya pada kami anak-anaknya, Si Mamah mau rapat sebentar saja, hanya dua jam-an katanya. Jam di dinding sudah mentas menuju hari baru, tapi belum juga ada tanda-tanda kedatangan Si Mamah. Saya kemudian memperkirakan dengan siapa saja Si Mamah rapat. Lalu saya menghubungi sebuah nomor telepon. Dari ujung sana diberitakan bahwa Si Mamah sudah meninggalkan kediamannya sedari tadi. Saya mencoba nomor telepon lain, jawaban yang sama saya terima. Huhuhu… ke mana ibu saya ini, sih?

Saya ambil jaket fushia saya untuk membalut piyama. Perlahan-lahan mendorong pintu pagar yang ribut itu agar tak mengganggu tetangga. Jam sudah menuju pukul satu pagi dini hari. Doa-doa keselamatan dipanjatkan begitu saya melangkah ke jalan. Perjalanan saya mencari Si Mamah tidak jauh sih, hanya ke gang sebelah. Setibanya di gang sebelah, kok, tak ada pintu rumah yang masih terbuka. Keputusasaan mulai melanda. Saya kembali ke rumah, menekan nomor telepon lain. Kali ini tak ada jawaban. Huaaa… rasa putus asa mulai jadi rasa senewen.

Saya bangunkan Si Mpit yang sudah pergi ke peraduan semenjak tiga jam sebelumnya. Lalu menjelaskan situasinya. Setelah mendengarkan penjelasan saya, Si Mpit langsung menyambar cardigan-nya lalu bergegas keluar rumah meninggalkan saya di belakang. Di ujung gang kami bertemu dua orang tukang ronda yang terheran-heran melihat dua gadis keluyuran. Saya jelaskan lagi apa yang terjadi kepada kedua orang tersebut, sementara Si Mpit terus berjalan menuju gang sebelah. Sambil hampir berlari, saya dan dua orang peronda itu menguntit Si Mpit.

Di depan sebuah rumah di mana ada dua mobil terparkir, tanpa ragu Si Mpit masuk, mengucapkan salam yang kemudian dibalas dengan ucapan salam yang lebih riuh. Ta da… Si Mamah ada di situ sambil terheran-heran mendapatkan dirinya disusul begitu. Lalu dengan polosnya menjawab raut kekhawatiran kami dengan, “Mamah kira baru jam sebelas.” Hadeuhhh…

thank you.

(Menggunakan kata “saya”)

Hari ini umur saya genap 28 tahun 4 hari.
Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengizinkan saya menapaki usia 28.
Saya bersyukur kepada Allah SWT atas keselamatan dan kesehatan yang melingkupi keluarga saya.
Saya bersyukur kepada Allah SWT atas persahabatan yang saya jalani selama ini, walau sebagian dari padanya terasa semakin menjauh. Hiks. Ayo, kalian, dekati daku lagi…

Breaking Dawn as birthday present from Mbak Nina and CieDie.

Kepada Mba Nin dan CieDie, saya ucapkan terima kasih atas Breaking Dawn-nya. Kaget banget dibuatnya, karena begitu mereka selesai membayar buku ini, langsung begitu saja diberikan kepada saya. Mlongo-mlongo, deh.

from-mamisinga_2
This is from Mamisinga.

Kepada Mamisinga, terima kasih juga atas kalungnya. Duh, deg-degan deh waktu buka pembungkusnya, tak kira “dikadoin” apa gitu. Ternyata dirimu perhatian banget, hohoho.

Dan, kepada mereka yang mampir via salam tempel, FB, YM, SMS, dan telepon, terima kasih banyak. You all bring such happiness that day.

Pagit jadi kakak.

Pagi ini berangkat kerja bareng dengan Si Ndut, karena Si Ndut minta diantar ke kantor Antam di TB. Simatupang yang jaraknya memang selemparan batu dengan kantor gw.

Kami berangkat dengan menggunakan KRL Jabotabek kelas ekonomi. Maaf, bukan karena ingin irit tapi karena kami terlambat mengejar jadwal keberangkatan KRL AC Ekonomi ;p

Sampai di Stasiun Tanjung Barat kami leyeh-leyeh dulu di stamplat melepas pegal dan lelah. Lalu…

Si Ndut: Git, nanti gw minta uang dong…

Si Pagit: Hah?!? Gak kedengeran, neh! (wushhhh, laju kereta di seberang stamplat)

Si Ndut: Gw mo pergi nonton hari Minggu. Jadi gw minta uang ma elo.

Si Pagit: Oooo (glek, pasti ini mo nge-date)

Si Ndut: Dikasih nggak?

Si Pagit: (hanya senyum-senyum saja, tidak meng-iya-kan tidak juga menolak)

Hohoho, berasa jadi kakak hari ini…