nothing is sweeter than the togetherness we share.

Tulisan yang dicetak pada tisu JCo sore itu pas sekali menggambarkan kebersamaan kami selama lebih dari dua dekade ini.

Mbiw yang akan mengikuti sang suami ke Bengkulu mengadakan pesta perpisahan kecil bagi saya, Fla dan Dina di Sabtu sore (7/01) yang lalu. Dan untuk mengingat kebersamaan kami yang panjang tersebut, Mbiw membawa beberapa surat yang dulu pernah saling kami kirim.

Membaca tanggal yang tertera pada setiap kepala surat, semakin menegaskan bahwa pertemanan kami memang sudah selama itu!

Beberapa surat dari saya, Fla dan Dina untuk Mbiw.

Setelah membaca setiap surat tersebut, semakin menegaskan adanya bibit seorang drama queen dalam diri kami (untung social media dan sejenisnya belum ada waktu itu). Seperti surat yang saya tulis untuk Mbiw berikut ini:

Rindu Kala Hujan

Rindu…//Seperti burung yang pulang ke sarangnya//Seperti tunawisma yang kangen akan rumahnya//Seperti seorang istri yang menunggu suaminya pulang

Tapi sayang rindu ini bukan seperti itu//Rindu ini adalah kekangenan pada seorang sahabat

Kala angin berhembus dari timur… dingin//Seperti tanganmu ketika berhujan-hujan//Saat mendung yang gelap-gulita… hitam//Seperti ketika kau marah

Jangan marah…//Ini hanya sebuah sajak konyol//Yang mengungkapkan kerinduan seorang sahabat//Yang telah ditinggalkan untuk s’lama-lamanya

Atau surat yang ditulis Fla:

Kawanku, sebenarnya aku tidak mau mengucapkan kata berpisah keluar dari mulutku, tapi memang kita harus berpisah dan semoga kita dipertemukan kembali dan kan bersama untuk selama-lamanya.

Sebelum berpisah aku meminta pada ma’af yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah kuperbuat selama ini.

Selamat tinggal kawanku semoga kita dipertemukan kembali.

Jika diperhatikan kedua surat yang saya nukilkan di sini temanya itu mengenai perpisahan yang permanen, ya? Sesungguhnya surat yang saya tulis serupa puisi itu dibuat karena kami akan melanjutkan sekolah ke SMP yang berbeda-beda walau masih satu kota. Sementara surat yang ditulis oleh Fla itu karena dia akan pindah rumah, lagi-lagi masih dalam kota yang sama😀

Dan kali ini pun bukan perpisahan yang permanen! So, Mbiw, saya doakan semoga keluarga yang baru dibangun ini akan kokoh selamanya. Dipenuhi cinta kasih dan ridho Allah SWT. Aamiin. And, send us some letters from Bengkulu, will ya?

4 thoughts on “nothing is sweeter than the togetherness we share.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s