a postcard from Komodo Island.

Look whose welcome us shortly after depart from the boat.

Dear Noni and Kazwini,

Backpack yang saya pajang pada dua posting-an sebelumnya baru saja saya gunakan untuk mengunjungi Si Komo di Nusa Tenggara Timur sana. Tidak menyangka, Non, ternyata saya mengikuti jejak perjalanan dirimu yang baru saya ketahui manakala  melakukan blog walking guna mencari informasi mengenai penginapan di Labuan Bajo.

Lagi-lagi perjalanan ini dimungkinkan karena ketersediaan tiket murah dari AirAsia yang saya dan teman-teman beli secara  impulsif pada bulan September 2012. Masing-masing kami merogoh uang 300 ribu rupiah untuk rute Jakarta – Denpasar pp. Waktu keberangkatan dan kepulangan yang terbentang cukup lama (berangkat: 6 Mei 2013, pulang: 14 Mei 2013) membuat kami berpikir untuk tidak hanya leyeh-leyeh di Pulau Dewata saja.

Berkat hasutan halus dari @susiwid  yang kala itu baru melaksanakan pelatihan di Pulau Alor (pulau yang terletak di ujung timur dari Pulau Flores) maka kami  (saya, @liliamrina dan @EfaAyuDhewe) menyepakati untuk melakukan Flores overland tour. Sementara @mila_said cukup tahu beresnya saja.

Menuju bulan keberangkatan ternyata banyak hal yang terjadi. Di antaranya pembatalan menjelajahi Pulau Flores dan dari lima orang cewek kece yang akan berkelana, hanya tiga orang yang positif berangkat. Dengan dua di antaranya (saya dan Mila) sedang menganut paham go show, que sera sera. Sehingga membuat pejalan satunya sedikit gusar oleh rencana bermalam di Bandara Ngurah Rai saja sebelum melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo.

Apakah saya dan Mila jadi menginap di bandara kebanggaan masyarakat Bali itu? Tunggu kelanjutan kisahnya. Tsahhh

34 thoughts on “a postcard from Komodo Island.

  1. Mbak Dian jadi ke Komodo?
    Kami-kami sebetulnya pengin lihat Komodo, tapi katanya harus dalam kelompok kecil karena keterbatasan pesawat. Dan masih berpikir, apa kelompok nini-nini dan aki ini masih kuat lari jika terjadi sesuatu….(bercanda)

    1. Hai, Ibu. Ya, saya jadi pergi menengok Si Komo. Pesawat-pesawat dari Denpasar ke Labuanbajo memang pesawat kecil, kalau tidak salah kapasitasnya 56 orang. Tapi penerbangannya ada setiap hari, kok. Jadi kelompok Ibu bisa terbang dalam beberapa kloter🙂
      Menurut jagawana di Pulau Komodo, para pengunjung harus benar-benar taat peraturan. InsyaAllah hal-hal yang membahayakan jiwa bisa dihindari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s