32 and still counting.

Yesterday I turned 32.

And today I’m collecting my presents. Kidding😀

Hari minggu kemarin saya seharusnya kongkow-kongkow dengan dua perempuan teman saya dari (mantan) kantor, @susiwid dan @EfaAyuDhewe. Kami sama-sama tinggal di Bogor, tapi kami jarang melakukan play-date. Ya iyalah, saban hari pan bertemu muka di lantai 9. Terlebih dengan Jeng Efa, tidur saja barengan (baca: pernah nge-kost bareng di Kebong Kacang, Tanah Abang).

Kini kami sudah tidak lagi berbagi ruangan di lantai 9. Karenanya Susi berinisiatif untuk ngajak main ke Botani Square alias Boqer. Jengah saya mendengar singkatannya. Setuju, tak?

Menjelang satu jam menuju waktu janjian, saya bertubi-tubi mendapatkan sms pembatalan rencana. Lucunya, saya pun hendak mengirimkan sms serupa karena perut saya tidak mereda kembungnya. Tapi sms mereka datang duluan, karena sms yang akan saya kirim, failed.

Jadilah hari ini bertemu dulu dengan Susi yang rencananya mau saya ajak ngeteh-ngeteh lucuk di Agripark Taman Kencana. Sayang tempat minum tehnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini lebih karena faktor tempat duduknya yang minim, sih.

Sebelum bertemu saya minta Susi untuk membawakan saya buku bacaan. Saya pikir hanya akan dibawakan satu judul saja. Ternyata ada enam judul. Mangkannya serasa menerima kado *waeee*

Buku-buku pinjaman dari Neng Susi yang langsung membantu saya menaklukkan Goodreads 2013 Reading Challenge.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul di bangku Taman Kencana sambil memperhatikan anak-anak SD yang berlatih pencak silat, saya dan Susi pergi makan siang ke warung Sop Buah Pak Ewok.

Saya memesan siomay dan segelas teh hangat yang rupanya masih membuat saya lapar. Melihat sop buah yogurt yang dipesan Susi, saya pun meminta pelayan membawakan satu mangkok lagi untuk saya.

Sehabis solat kami meyusuri factory outlet yang bertebaran di sepotong Jl. Pajajaran. Ada satu FO yang belum pernah saya datangi, Meisya Gallery namanya. Bangunan tokonya paling bagus dibandingkan FO yang sudah ada sebelumnya. Saya dan Susi sepakat, jika memiliki gedung seperti ini kami memilih menjadikannya sebagai butik hotel saja.

Menurut saya yang menarik dari FO Meisya Gallery ini adalah koleksi tas wanita mereka. Yes, definitely I will be back to the store with Si Mpit😀

Kalung kayu oleh-oleh dari Meisya Gallery. Saya tertarik membelinya karena sedang didiskon :)Foto sebelah kanan adalah penampakkan sisi depannya, sementara di foto yang kiri adalah penampakkan bagian belakangnya.
Kalung kayu oleh-oleh dari Meisya Gallery. Saya tertarik membelinya karena sedang didiskon🙂
Foto sebelah kanan adalah penampakkan sisi depannya, sementara di foto yang kiri adalah penampakkan bagian belakangnya.

Dari semua FO yang ada di Bogor, FO favorit saya adalah Bogor Outlet. Di toko ini soalnya saya paling sering menemukan pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuh saya yang montok ini.

Kemudian saya dan Susi memasuki McDonald karena saya mau mencoba paket menu Prosperity Burger yang belum pernah saya coba. Padahal jalan-jalannya belum sampai satu kilometer jauhnya tapi sudah lapar lagi.

Verdict: roti burgernya terlalu tipis dan daging sapi yang disiram saos blackpepper terlalu asin bagi saya. Fries Shakernya enak, sama enaknya dengan penjaja kentang goreng di Jl. Babakan Raya di Kampus IPB Dramaga. Mango Fizz-nya yang merupakan menu minuman baru dalam paket tersebut rasanya tidak terlalu istimewa.

Demikianlah ulasan amatir saya tentang paket menu Prosperity Burger. Tuntas sudah rasa penasaran saya.

Sesampainya di rumah, Si Mamah bilang saya mendapatkan kiriman kartu pos dari Jerman. Dari @nellasialen.

A postcard from Nella.

Hanya telat sehari dari hari ultah saya.

Dan inilah cerita dibalik selembar kartu pos tersebut.

Di penghujung Desember 2012, Nella yang menggawangi blog pursuingmydream sedang berbagi keceriaan, yakni lahirnya keponakan baru, suksesnya menyelesaikan kursus integrasi bahasa Jerman (B1) dan tentu saja melalui perayaan Natal bersama suami tercinta dan mertua terkasih.

Di akhir cerita tersebut Nella menyebutkan rencana untuk mengirimkan beberapa pucuk kartu pos. Saya tertarik untuk ikut serta. Alasannya sederhana. Saya ingin menguji ketangguhan layanan pos negeri ini. Apakah pengiriman dari luar negeri bisa sampai ke alamat rumah saya? Ini penting bagi pelanggang The Book Depository yang sedang kembali ke rumah orang tuanya ini😀

Waktu itu quota lima peminat sebagai syarat dikirimnya kartu pos sudah terisi.

Kemudian saya baca lagi syaratnya, karena kalau tidak salah saya sempat membaca kata-kata: bagi yang ultah di bulan Januari… Aha! That’s my code. Buru-buru saya drop 3 baris komentar yang kemudian mendapat respon positif.

Nella, terima kasih banyak untuk kirimannya. Maaf merepotkan.

Pak Pos, saya akan mengirimkan tantangan yang sedikit berat timbangannya dibanding kartu pos ini. Mohon jangan dikecewakan, ya :p

Dan kepada teman-teman yang mengirimkan doanya bagi saya, aamiin, aamiin, aamiin… Semoga Tuhan berkenan mengabulkan doa kalian *godzillahugs*

21 thoughts on “32 and still counting.

  1. selamat ulang tahun Pagit …

    (nama Botany square itu aku rasa anggun, dan ilmiah gitu …, nggqk asyik banget disingkat)

    FO sepanjang Pajajaran itu sering juga jadi tempat singgah, tp palibg dapatnya baju anak2 aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s