berlibur ke Belitung (bagian akhir).

Senin, 14 November 2011. Hari terakhir kami di Belitung. Acaranya? Wisata kuliner. Setelah sarapan dan check-out dari Pondok Impian 2 kami melaju ke Warkop Ake yang terletak di jantung kota Tanjungpandan. Konon warkop ini adalah warkop tertua di Tanjungpandan yang didirikan pada tahun 1922. Pak Ake sendiri adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha ini.

Memulai perjalanan hari terakhir di Warung Kopi Ake.

Dari Warkop Ake perjalanan dilanjutkan ke toko oleh-oleh khas Belitung, Krupuk Cap Keluarga. Di toko ini selain bisa membeli beragam kerupuk ikan, kita juga dapat melihat proses pembuatan krupuk-krupuk tersebut di area belakang toko. Ada pekerja yang bertugas memisahkan ikan dari duri-durinya, ada yang menguleni adonan dan ada yang membentuk adonan menjadi krupuk yang siap digoreng.

Belanja penganan khas Belitung di Krupuk Cap Keluarga, Jl. Gatot Subroto No. 39, Tanjungpandan, Belitung.

Setelah puas membeli oleh-oleh untuk orang terkasih di tanah Jawa kami menuju lokasi rumah adat Belitung. Selain melihat bentuk khas bangunannya, di sini dipamerkan juga pakaian adat, pelaminan, ranjang pengantin, benda-benda pelengkap dalam suatu acara pernikahan, alat pertanian, alat makan, sampai alat musik. Yang ingin berfoto a la pengantin Belitung juga dipersilahkan.

Kiri: foto lama yang menggambarkan bentuk rumah adat Belitung. Kanan: Henri dan Lala dalam pakaian pengantin.

Kunjungan selanjutnya adalah sebuah danau bekas tambang timah, Danau Kaolin.

Di Danau Kaolin, tidak jauh beda dengan danau di Ciwidey.

Dan waktunya makan siang. Kali ini kami kembali diajak ke pantai Tanjung Tinggi. Pada kunjungan sebelumnya kawasan ini diguyur hujan, kali ini panas sampai pol.

Kembali ke Pantai Tanjung Tinggi untuk makan siang.
Sebelah kiri dari Pantai Tanjung Tinggi.
Sebelah kanan dari Pantai Tanjung Tinggi.
Pantai Tanjung Tinggi di hadapan.

Waktunya meninggalkan Belitung. Sesampainya di bandara ternyata penerbangan ditunda sekitar dua jam. Inilah hal-hal yang dilakukan saat penerbangan ditunda:

Menunggu pesawat yang datang terlambat.

Liburan kali ini seru! Menghapus keraguan saya akan sengsaranya ikut tur lebih dari empat orang.

Di sini kita berpisah. Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya.

8 thoughts on “berlibur ke Belitung (bagian akhir).

  1. belitung, negeri laskar pelangi memang cantik. ada yang bilang bahkan pantainya paling cantik di indonesia karena masih perawan. belitong sendiri berasal dari kata “bali yang terpotong”. bener-bener calon top tujuan wisata indonesia.

    salam cinta indonesia.

  2. saya sudah ke Bangka, tapi belum ke Belitung, katanya sih mirip2, tapi ga puas juga klo blom sampai ke Belitung. Ngeliatin foto2 di sini semakin pengen aja menjejakkan kaki di Belitung. tapi kapan yaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s