berlibur ke Belitung (bagian 2).

Hari kedua (13/11) di Belitung adalah untuk kegiatan island hopping dan snorkeling. Saat meninggalkan Pondok Impian 2, tempat kami menginap, matahari memang sudah malu-malu bersinar. Dan begitu sampai di Pantai Tanjung Kelayang sebagai lokasi awal untuk memulai island hopping hujan gerimis mulai turun. Sementara melihat ke laut lepas, awan hitam menggantung rendah, oh no akan batalkah snorkelingnya?

Untuk menghibur hati, Riko membawa kami ke Pantai Tanjung Tinggi, pantai yang juga menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Namun sesampainya di sana hujan malah semakin deras. Satu-persatu kami beranjak dari minibus untuk berteduh di sebuah warung sambil minum teh hangat dan kopi susu. Eh, beberapa orang malah tidak menghiraukan derasnya hujan dan langsung berlari ke pantai. Sementara sisanya dengan khusu memanjatkan doa agar hujan segera berhenti.

Seketika hujan mereda kami pun langsung berlarian menuju pantai yang lagi-lagi begitu sepi dari pengunjung. Setelah puas berendam kami berpindah ke bebatuan besar untuk mencari spot terbaik untuk berfoto.

Setelah puas berfoto-foto, perut cepat lapar rupanya. Kami pun berpindah warung mencari penjual Indomie. Dan setelah selesai mengisi perut kami pun kembali ke Pantai Tanjung Kelayang. Sepertinya walau gerimis, kegiatan island hopping tetap dilaksanakan. Wuhuuu…

Dari dermaga ini dimulailah kegiatan island hopping itu.

Sesampainya di dermaga, kapal yang akan kami gunakan untuk tur antarpulau belum tersedia. Walhasil kami saling merapat untuk menghangatkan tubuh. Dari dermaga ini kita sudah bisa melihat ikan-ikan yang begitu jelas berseliweran,  sungguh tak sabar untuk melaut.

Utamakan keselamatan. Jangan lupa selalu kenakan jaket pelampung.

Selepas dari dermaga kami menuju lokasi pertama untuk snorkeling. Teman-teman yang sudah pernah melakukan kegiatan ini dengan mudahnya nyemplung ke laut dan tak lama kemudian terdengar riuh-rendah teriakan mereka yang girang melihat ikan-ikan. Sementara saya menjadi ragu untuk nyemplung. Walau saya yakin dengan pasti akan mengapung, tapi perasaan takut tenggelam itu sungguh sulit dihalau.

Efa terus-menerus memberikan semangat kepada saya untuk meninggalkan kapal. Katanya, “Ayo, turun! Sudah jauh-jauh ke mari, masa berdiam di kapal.” Maka dengan menyebut nama Yang Maha Kuasa, saya menggeser pantat sedikit demi sedikit ke arah laut. Dan byurrr… saya sudah di laut. Mengapung! Kemudian panik. Aaargh… saya masih bingung bernafas melalui snorkel. Pokoknya di lokasi penyeburan pertama ini saya sibuk beradaptasi dengan alat tersebut.

Di lokasi penyeburan berikutnya saya mulai menikmati kegiatan selam dangkal ini. Dan mulai memahami betapa Si Ndut (adik lelaki saya) sangat gandrung dengan kegiatan menyelamnya.

Senangnya snorkeling.
Foto: @mila_said.

Tiba saatnya untuk makan siang. Perahu diarahkan menuju Pulau Kepayang. Di pulau tersebut sudah tersaji ikan bakar, tempe goreng dan sayur asem plus sambal terasi. Nikmat sekali! Selain untuk bersantap siang, di pulau ini kita bisa melihat penangkaran penyu sisik. Dalam kolam-kolam penampungan ada beragam ukuran anak penyu yang nantinya akan dilepas ke laut.

Penangkaran penyu sisik di Pulau Kepayang. Penyu nan unyu.

Meninggalkan Pulau Kepayang dengan perut bahagia, kami melanjutkan perjalanan menuju pulau yang berhadapan dengan Pulau Kepayang, yakni Pulau Lengkuas. Sebelum kapal ditambatkan di pantai Lengkuas kami melakukan snorkeling lagi bahkan Lala, Novi, Ray, dan Henri berenang hingga ke tepi pantai Pulau Lengkuas. Sementara Mila memilih tinggal di kapal. Ogah snorkeling lagi takut badan pegal-pegal. Saya? Nyebur dong.

Mercusuar Pulau Lengkuas.
Foto: @mila_said.
Leyeh-leyeh di hammock yang terbengkalai.
Yang dari Priok merapat ke mari😀

Di pulau ini kapal lumayan lama tertambat, menunggu sebuah badai berlalu. Atraksi utama di Pulau Lengkuas adalah mercusuar yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tahun 1882. Sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya. Sayangnya, saat kami di sana kami tidak dapat naik ke puncak mercusuar. Jadilah kami berkeliaran tanpa arah. Halah!

Setelah badai usai perjalanan dilanjutkan ke Pulau Pasir. Sesuai namanya, pulau ini hanya berupa onggokan pasir di tengah laut. Luasnya pun tidak seberapa. Di pantai ini kami banyak menemukan bintang laut.

Panen bintang laut. Ada Patrick! Foto: Mila Said.

Dari Pulau Pasir kami menuju Pulau Batu Berlayar. Melihat sekilas kumpulan batu-batu besar di pulau ini, memang tampak seperti layar yang sedang terkembang.

Bulu babi adalah mahluk laut berikutnya yang pertama kali saya lihat dengan mata kepala sendiri. Norak. Pasti. Dan di Pulau Batu berlayar inilah saya menemukan tiga ekor bulu babi sedang berbaris.

Batu-batu besar di Pulau Batu Berlayar.
Foto: Mamang Adin.
Tiga bulu babi.
Foto: Neng Efa.

Kami kembali ke Pantai Tanjung Kelayang saat maghrib dan badan bau amis. Lalu dikerubuti nyamuk. Nasib. Malam terakhir di Belitung ditutup dengan makan seafood di restoran Dynasti.

Makan seafood lagi di restoran Dynasti.

Sebelum tidur, mengolesi Counterpain disekujur tubuh. Pegalll…

3 thoughts on “berlibur ke Belitung (bagian 2).

  1. Hai Pagit, udah lama denger tentang kamu dari Cipu dan Mila, udah beberapa kali juga mampir ke blog ini tapi baru sekarang ninggalin jejak😉

    Dari semua tulisan tentang Belitung saya pilih untuk komen disini aja ya…. Hufff, gimana ya ngomongnya, pokoknya setelah baca tulisan kamu sama Mila saya tambah gatel pengen cepet2 berangkat kesana. Bener2 jatuh cinta sama kecantikan Belitung dan makin terbayang-bayang asiknya liburan disana. Semoga taun depan bisa terwujud ya, amiiinnn😀

    1. Hai, hai, terima kasih sudah berkunjung dan kali ini meninggalkan jejak😀

      Pasti bahagia deh mengunjungi Belitung apalagi jika datang beramai-ramai. Saya doakan agar dirimu segera ke sana. Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s