masih butuh adaptasi.

Saya dan anggota tim lainnya yang berjumlah tujuh orang itu direlokasi tempat kerjanya. Semula kami menempati ruangan di kantor pemerintah di bilangan Pasar Minggu. Tak dinyana, ruangan tersebut semakin riuh akhir-akhir ini. Maka seperti bunyi awal paragraf ini, tim saya bedol desa ke daerah Thamrin.

Semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk menglaju Bogor-Jakarta kini. Saya masih belum terbiasa. Salut saya pada Si Mpit yang sudah melakoni kegiatan pergi-pulang Bogor-Sudirman selama setahun terakhir ini. Ayo Pagit, kamu bisa!

17 thoughts on “masih butuh adaptasi.

  1. Jyaaaah makanan di Thamrin juga mahal kan Git….. Poor you guys, tapi semoga bisa terbiasa dan menemukan kejutan kejutan menyenangkan di tempat yang baru

  2. Semangat…..teman-teman saya dulu (kantorku di Thamrin), banyak kok yang nglaju dari Bogor dan pake kendaraan umum, seperti bis dan kereta api. Apalagi sekarang kereta api cepat ada dari Bogor….daripada naik kendaraan sendiri bisa kelelahan.

  3. Ketika kita menjalani semua dengan hati ikhlas dan perasaan senang pasti semua akan menjadi sahabat bagi kita, adaptasi itu yang menjadikan kita bersahabat dengan alam sekitar. salam kenal n kunjungan mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s