sebelum terlambat.

Sudah hampir sembilan bulan saya tidak melihat wajah-wajah kedua perempuan gokil ini. Biasanya hampir sebulan sekali kami bercengkrama untuk bertukar cerita tentang hidup sambil makan bakso di kaki lima, di kamar ganti sebuah department store atau di saat muka kami dipenuhi masker bengkuang.

Me, Fla and Mbiw.

Andil saya dalam putusnya (sementara, tapi) tali silahturahmi ini lebih dominan. Saya, yang katanya ingin menjadi sahabat mumpuni, kenyataannya banyak mangkir karena sibuk inilah, ada urusan itulah. Bahkan untuk saling bertukar kabar melalui sms ataupun telepon pun tidak saya lakukan.

Hingga pada suatu hari di Ramadhan ini saya membaca status salah satunya via Facebook. Damn, saya seperti ketinggalan kereta tujuan Yogyakarta yang sudah tiba di Stasiun Purwokerto. Sahabat saya ini akan melangsungkan pernikahan tidak lama lagi dan saya tahunya lewat FB! Ke mana aja lo, Git! Kalau sudah begini saya memang tidak pantas menuntut untuk dilibatkan *menunduk lesu*

Jadi, sebelum kereta tersebut benar-benar berhenti di stasiun tujuan, saya harus segera melakukan sesuatu. Semoga hari Rabu besok (8/09) saya masih bisa mensejajari laju kereta itu meski membayar mahal karena saya harus menggunakan pesawat (demikian pengibaratannya)😀

<<Up-date: yes, we’ve finally met>>

Yay, we’ve finally met, gals!

Awalnya kami janjian di Kedai Kita (Jl. Pangrango No. 21, Bogor). Kangen sama mie hotplate sapi lada hitam dan pangsit gorengnya yang langsung lumer begitu masuk ke mulut. Tapi kami tidak beruntung, Kedai Kita menjelang dua hari lebaran penuh bukan alang-kepalang. Rupanya masih banyak orang yang mengejar kegiatan buka puasa bersama.

Fla yang membawa motor kemudian mencek tempat makan terdekat. Waroeng Taman tutup. Makaroni Panggang (MP) masih menyisakan dua meja tapi Fla kesulitan memarkir motornya. Think quick! Ta-da … tidak jauh dari MP ada tempat makan yang terlihat sepi. Maka meluncurlah kami ke Roemah Cup Cakes. Fla bahagia mendapatkan area parkir motor yang luas, saya bahagia karena masih banyak tempat duduk yang tersedia. Mbiw tidak punya pilihan lain selain manut😀

Buka puasa dengan cupcakes bukan pilihan umum, ya? Tidak perlu khawatir, sih, tempat ini menyediakan makanan berat juga, hanya pilihannya memang terbatas. Fla memesan soto ayam. Isinya banyak, tapi terlalu asin. Saya memesan nasi goreng sapi yang dibungkus dengan telur dadar (lupa judul menunya). Berasa makan nasi tim, lumayanlah. Dan Mbiw memesan nasi goreng BBQ. Enak ini. Hari itu kami keluar uang Rp 150 ribu untuk makanan dan minumannya plus cupcakes sebagai penutup.

10 thoughts on “sebelum terlambat.

  1. ah…ure being a drama queen here kikikikkk…
    but believe me, tiket pesawat itu gak ada artinya dibanding senyum bahagia sahabat lama yang selalu setia mendukung kita :)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s