sugar and spice and everything nice in 365 days.

Mengerikan! Parameter pengukur kepopuleran blog ini menunjukkan nilai terendah dan sepertinya akan terus meluncur tajam ke bawah jika saya tidak segera melakukan tindakan penyelamatan. Halah!

Tindakan penyelamatan paling afdol tentunya dengan membuat tulisan. Sayangnya beberapa hari ini saya sedang kering ide, writer block. Sungguh iri dengan Cipu yang giat membuat posting-an. Selain karena minim gagasan, saya juga sedang menyibukkan diri dalam Proyek 1 hari 1 Foto Selama 365 Hari. Terinspirasi oleh Tante Kania, teman main saya di Plurk.

Dari membaca paparan mengapa harus melakukan proyek tersebut, lagi-lagi saya kembali kepada kata konsekuensi sebagaimana ketika saya mendaftarkan blog ini ke dalam 100 Indonesian Blogs. Berat? Jelas, tapi lebih dikarenakan kamera yang saya miliki saat ini (digicam) sedang tidak dalam performa terbaiknya. Diperlukan suatu strategi agar hasil jepretan tidak terlihat seperti kelebihan exposure πŸ˜€ Ringan? Jelas, yang ini lebih dikarenakan saya suka memfoto, sih.

Hasilnya? Jauh… jauh… dari foto-foto a la pre-wedding itu. Tetapi bagi saya, sebagaimana dikatakan Peter O’Connor:

Hidup terdiri atas serangkaian momen/Bagaimana kita memilih untuk melewatkan momen-momen ini/Dan bermakna tidaknya kenangan-kenangan itu,/Inilah yang memberi arti bagi hidup kita.

Yang tertarik melihat kemajuan proyek saya ini, silahkan mampir di sini.

6 thoughts on “sugar and spice and everything nice in 365 days.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s