book review: Perahu Kertas.

Perahu Kertas // Dee

Namanya Keenan. Cerdas, artistik dan penuh kejutan. Ia ingin hidup dari melukis.

Keduanya bertemu pada pertengahan tahun 1999 sebagai mahasiswa di Bandung.

Aliran cerita yang jalin-menjalin dalam 46 bab plus epilog ini bagi saya layaknya menaiki sebuah permainan roller coaster. Emosi saya naik-turun.

Saya terbawa sedih dan nelangsa waktu Kugy menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Keenan, tapi keadaan pada saat itu sangat tidak memungkinkan baginya untuk berterus-terang. Lalu membutuhkan waktu bertahun-tahun sesudahnya bagi Kugy dan Keenan untuk bersama, di mana saat itu senyum saya tersungging atas keberhasilan mereka memecahkan misteri dan rintangan yang dihadirkan oleh cinta.

Dan itulah yang membuat saya menamatkan novel ini hanya dalam waktu satu hari, waktu saya sedang sakit perut dan mangkir pergi ke kantor.

13 thoughts on “book review: Perahu Kertas.

  1. Lah, pagit bukannya emang sengaja bolos biar bisa leluasa baca peray kertas? Xixixixixi.
    Anyway, buku nya emang keren banget… two thumbs up buat yang nulis, dan three thumbs up buat yang minjemin bukunya :p

  2. ouwh..jadi sakit perut itu cuma alasan mangkir dari kantor haaaa?
    anak pintar hihhihihihihi..baiklah temans,mo knalan juga ah ma keenan n kugy…^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s