belanja buku bulan April.

Memanfaatkan acara Pesta Buku Gramedia, 1-5 April 2009 yang digelar di Gedung Kompas Gramedia, Jl. Palmerah Barat, Jakarta.

1. Don’t Sweat the Small Stuff at Work oleh Richard Carlson (Rp 7.000,-). Kita diajak untuk membuka pikiran bagaimana kita mendekati pola-pola yang ada dalam dunia kerja sehingga kita terhindar dari perilaku mempersoalkan masalah-masalah kecil yang berhubungan dengan pekerjaan. Buku ini menjanjikan cara-cara mudah untuk membuat pekerjaan bukan lagi sesuatu yang menimbulkan stres, melainkan sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan.

Alasan membeli: atas referensi dari Ayu. Katanya dia sering berulang-ulang membaca buku ini.

Kesimpulan: setelah membacanya, gw memutuskan menyukai bab tentang “TGIT”, Thanks God Its Today.

2. Don’t Sweat the Small Stuff for Woman oleh Kristine Carlson (Rp 7.000,-). Sebagai perempuan, kita menjalani hidup yang sangat berat di zaman (absurd) ini, apalagi jika kita sekaligus mengemban beban ganda (baca: sebagai perempuan bekerja dan ibu rumah tangga kelak). Kita hanya mempunyai sedikit waktu untuk bersantai. Buku ini menunjukkan bagaimana cara menikmati hidup dengan ketenangan, kedamaian dan kegembiraan di tengah hiruk-pikuk dunia ini.

Alasan membeli: karena buku ini diobral bersebelahan dengan buku di atas.

Kesimpulan: buku yang ditulis istri dari Richard Carlson ini mengulik permasalahan perempuan yang njelimet itu dengan cukup singkat dan tanpa menggurui. Dalam buku ini gw menyukai bab mengenai “Menjadi 99% Bebas dari Gosip”.

3. Chicklit: Spellbound oleh Jane Green (Rp 38.000,-). Perempuan bernama Alice mempertanyakan kebahagiaan di tengah hidup yang serba kecukupan, pasangan hidup yang tampan dan lingkungan sosial yang eksklusif. Ketidakbahagiaan Alice terletak pada kegiatan perselingkuhan yang dilakukan suaminya, Joe, dengan perempuan-perempuan yang tinggi, langsing, bergaya, dan berambut pirang, panjang dan lurus.

Kepindahan Alice dan Joe ke New York memupuk harapan bagi Alice bahwa Joe akan meninggalkan kebiasaan buruknya itu. Pada awalnya memang kehidupan baru mereka berjalan layaknya sepasang pengantin baru lagi, namun lambat-laun perangai Joe kembali.

Alice harus memilih, mempertahankan pernikahan atau pergi dengan penuh harga diri?

Alasan membeli: gw adalah penyuka chicklit yang ditulis oleh Jane Green. Menurut gw, tokoh-tokoh perempuan dalam novelnya itu bisa dikatakan mewakili perempuan kebanyakan.

Kesimpulan: gw kecewa dengan novel ini, seperti bukan ditulis oleh Jane Green. Sudut pandang yang berpindah-pindah antara tokoh utama dan tokoh lainnya tidak berlangsung mulus.

4. Ways to Live Forever oleh Sally Nicholls (Rp 29.000,-). Merupakan buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling membangkitkan semangat dalam menghadapi satu fakta kehidupan yang tak terelakan.

Alasan membeli: sampulnya mirip dengan sampul The Little Prince.

Kesimpulan: apapun yang dikatakan dalam nukilan novel ini, yang pasti ini novel sedih, gw nggak selesai membacanya.

5. Vicky Angel oleh Jacqueline Wilson (Rp 17.000,-). Satu lagi buku dari pengarang novel anak-anak asal Inggris, Jacqueline Wilson dan ilustrasi yang apik oleh Nick Sharrat. Vicky Angel bercerita tentang Jade yang dihantui mantan sahabatnya yang telah meninggal dunia, Vicky.

Alasan membeli: karena gw pengkoleksi karya-karya dari Jacqueline Wilson.

Kesimpulan: buku ini belum dibaca.

6. Teenlit: The Year I Turned 16 oleh Deeptha Khanna (Rp 17.000,-). Vinita Sharma pandai menulis dan penggemar berat Shah Rukh Khan. Ia punya banyak teman, Naina yang baik hati, Jaggu si badut, Ashley yang sulit dimengerti, dan Gargi si peragu.

Hanya dalam hitungan minggu, tahu-tahu dunia Vinita berubah. Ibunya memutuskan membuka usaha sendiri, Naina dan Vinay, kakak Vinita, mulai main mata, Jaggu menyadari betapa brengsek sikapnya, dan Gargi mengungkapkan pengalaman terburuk yang bisa menghancurkan hidupnya. Selain itu ada Marcus, cowok idaman yang membuat jantung Vinita berdebar kencang.

Vinita sadar, ia harus menghadapi semua perubahan itu. Berhasilkah ia memutuskan apa yang paling diinginkannya dan memilih yang terbaik bagi dirinya?

Alasan membeli: mencoba melongok kehidupan orang-orang India lewat kacamata gadis berumur 16 tahun.

Kesimpulan: umur 16 tahun masih berada dalam lingkup tahun-tahun impulsif. Walau berlatar belakang India, novel ini bisa ditemukan padananannya dalam kehidupan gadis-gadis remaja di Indonesia. Yeahhh, gw tahu umur 16 itu sudah gw alami berabad-abad yang lampau, tapi nggak ada salahnya, kan, bernostalgia?

4 thoughts on “belanja buku bulan April.

  1. @mamisinga: yoiii, cuy. Terima kasih untuk referensinya. Aku juga suka baca berulang-ulang utamanya kalo sedang mumet dengan pekerjaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s