Pagit jadi kakak.

Pagi ini berangkat kerja bareng dengan Si Ndut, karena Si Ndut minta diantar ke kantor Antam di TB. Simatupang yang jaraknya memang selemparan batu dengan kantor gw.

Kami berangkat dengan menggunakan KRL Jabotabek kelas ekonomi. Maaf, bukan karena ingin irit tapi karena kami terlambat mengejar jadwal keberangkatan KRL AC Ekonomi ;p

Sampai di Stasiun Tanjung Barat kami leyeh-leyeh dulu di stamplat melepas pegal dan lelah. Lalu…

Si Ndut: Git, nanti gw minta uang dong…

Si Pagit: Hah?!? Gak kedengeran, neh! (wushhhh, laju kereta di seberang stamplat)

Si Ndut: Gw mo pergi nonton hari Minggu. Jadi gw minta uang ma elo.

Si Pagit: Oooo (glek, pasti ini mo nge-date)

Si Ndut: Dikasih nggak?

Si Pagit: (hanya senyum-senyum saja, tidak meng-iya-kan tidak juga menolak)

Hohoho, berasa jadi kakak hari ini…

3 thoughts on “Pagit jadi kakak.

  1. Jujur ya, Yu. Enggak akan kukasih! Bukankah dirimu hanya akan beres-beres rumah??? Yang bener yah beberesnya, nanti aku akan bertandang ke rumahmu untuk melihat hasil kerjamu. Muahhh…

  2. pagiteh bebeh…
    dah bosen blom jadi kakaknya “si ndut”? kalu udah, ntar byar TANTE MBIW ‘adopsi’!!! hwehehehehhh… (evil laugh sambil gosok2 telapak tangan yg mulai dibasahi iler!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s