book review: iBegYourPrada.

Booklover, seperti kita ketahui bersama, harga buku di negeri ini tidaklah murah. Apalagi keadaan ekonomi yang kurang baik saat ini, seperti kenaikan harga minyak dan kertas, membuat harga buku menjadi semakin mahal. Hal ini menjadikan saya pribadi semakin hati-hati dalam membeli buku yang dimau. Supaya tidak kecele, seperti yang dialami teman saya Feby (bukan nama sebenarnya), sebaiknya sebelum membeli usahakanlah untuk membaca referensi buku termaksud. Referensi tersebut bisa didapat dari nukilan di sampul belakang, tulisan di surat kabar/majalah, situs toko buku online, atau situs si penerbit buku. Atau, jika kamu bukan mahluk yang jaim, apabila buku itu terbungkus plastik yang ketat mintakan pada pramuniaga untuk boleh membukanya. Ini sekedar untuk mengetahui sekilas isinya lho ya, dan bukan untuk membaca keseluruhannya.

Penting untuk tidak percaya begitu aja pada komentar orang-orang yang kerap kali ditampilkan pada sampul depan atau belakang dari buku termaksud. Karena itu bukan jaminan bagusnya sebuah buku. Lebih baik percaya pada orang-orang terdekat yang memang sudah pernah membaca buku tersebut. Jadi, kamu akan mendapatkan komentar jujur dari orang pertama.

iBegYourPrada: Curhat Perempuan Metro // Alexandra Dewi and Cynthia Agustina

Kembali ke teman saya yang bernama Feby. Kemarin dia baru aja beli sebuah buku berjudul I Beg Your Prada. Since sheโ€™s such an impulsive buyer, she bought that book simply because its catchy title, the design of the cover, and certain famous names who give a comment.

Feby mengira iBegYourPrada adalah sebuah novel sejenis chicklit. Ternyata bukan saudara-saudara. Sesuai dengan tag line di bawah judulnya: Curhat Perempuan Metro, buku ini memang berisi curhatan dua orang perempuan kalangan menengah atas perkotaan mengenai dunia mereka yang serba cepat, instan dan artifisial.

Bagi Feby, perempuan setengah urban, buku ini cukup membuatnya pusing. Karena dunia bagian sebelah sini berjalan tidak begitu cepat. Dengan demikian dalam waktu kurang dari satu jam sejak dibeli, buku tersebut dilungsurkan kepada saya. Senang? Tentu.

Terdengar berlebihan? Tapi bagi kamu yang akan bergelut di kota metropolitan seperti Jakarta atau kota-kota besar lainnya, buku ini dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui di mana posisi kamu. Apakah berada di kelas ikan teri, kakap, atau paus? Selamat membaca.

One thought on “book review: iBegYourPrada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s