book review: The Girls of Riyadh.

The Girls of Riyadh // Rajaa Al Sanea

Sebelum saya membahas buku ini, perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Fla yang tanpa piutangnya tidak mungkin buku ini ada dalam genggaman. Fla, hatur nuhun pisan…, janji deh novel Zona at Last, saya yang bakal beli.

Buku ini menarik perhatian saya diantara buku-buku yang terpampang dalam kategori buku terbaru, pertama karena disebut-sebut sebagai kisah nyata yang dilarang beredar di Saudi Arabia. Kedua, terdorong oleh rasa ingin tahu tentang kehidupan masyarakatnya terutama kaum perempuannya yang jarang diberitakan/diceritakan (atau mungkin, tidak penting untuk diberitakan?). Ketiga, mengacu pada alasan kedua, saya termasuk yang jarang banget baca literatur dari Timur Tengah, apalagi yang penulisnya perempuan, apalagi karya ini (berdasarkan nukilan di sampul belakangnya) adalah karya yang mengobarkan nyala api di seantero pasar gelap Saudi melalui pertanyaan-pertanyaannya tentang penerapan adat-istiadat yang membabi buta. Komplet ya provokasinya?

Kisah nyata ini merupakan kumpulan e-mail bersambung dalam sebuah milis yang mengisahkan empat perempuan Riyadh dari kelas menengah Arab. Mereka (Qamra, Sedhim, Michelle, dan Lumais) bersama-sama berusaha mengungkap rahasia terbesar dalam hidup mereka, yakni cinta kasih.

Bagi Qamra cinta kasih itu adalah menghadapi keinginan orang tua yang tak terbantahkan mengenai pilihan pasangan hidup yang kurang cermat (karena silau oleh nama besar keluarga calon menantu). Sehingga menempatkan Qamra sebagai janda bahkan sebelum anak lelakinya lahir.

Bagi Shedim cinta kasih itu adalah ketidakhati-hatiannya menerjemahkan hasrat menggebu yang membuatnya tergelincir dan menjauhkannya dari pelaminan yang sudah dipersiapkan.

Bagi Michelle cinta kasih itu perbenturan dua dunia. Sebagai seorang anak hasil perkawinan campur (Arab+Amerika) dan lama tinggal di AS, Michelle harus menerima kenyataan bahwa laki-laki pilihannya menolak memperjuangkan dirinya karena ia setengah Arab.

Dan bagi Lumeis tampaknya cinta kasih itu tidak seribet yang dialami ketiga sahabatnya. Hanya saja ia harus berhadapan dengan barisan Amr Ma’ruf wa Nahyu Amil Munkar saat menghabiskan sore disebuah kafe dengan lelaki Syiah.

Walau terbaca getir, tapi kegetiran itu hanya salah satu warna dari berbagai warna lainnya. Kamu bakal menemukan juga kelucuan, harapan dan keteguhan hati yang pada akhirnya memimpin keempatnya untuk menemukan cinta kasih yang sebenarnya.

Boleh dibilang ini chicklit lain yang musti dibaca oleh para penggemar chicklit sedunia. Btw, ingin tahu ringkasan buku ini selanjutnya? Silahkan klik di sini.

One thought on “book review: The Girls of Riyadh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s