book review: Bellamore.

Bellamore // Karla M. Nashar

Untuk kesekian kalinya saya jatuh cinta pada sebuah novel karena rupanya. Padahal saya penganut ketat falsafah don’t judge a book by its cover. Novel yang satu ini memang sukses menggaet hati saya. Desain sampulnya sederhana banget, dominasi putih dengan bingkai warna baby pink dan judul dengan tipografi jadul. Pokoknya kesan romantis dalam novel itu sudah terbayangkan. Aturan kedua bagi saya dalam membeli novel yang “love at first sight” adalah mengecek nukilan cerita pada sampul belakangnya agar falsafah di atas tidak terlalu saya langgar. Dan saya mendapakan nukilan yang provokatif berikut ini:

“But what do you do if you get horny?”
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!
Pria di hadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak punya hubungan darah apa pun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!!

Hahaha, pasti para cewek penggemar chicklit (dan seri Harlequin) langsung angguk-angguk setuju untuk segera membelinya atau setidaknya menangguhkannya sampai waktu gajian tiba… dan wuzzz berlalu menuju toko buku terdekat.

Pada bagian awal, alur ceritanya mirip drama Korea. Penuh kesalahpahaman yang diawali kegeraman si tokoh cewek (Lanavara) terhadap si tokoh cowok (Fabian Ferdinandi) yang berdarah Italia yang selalu mengungkit-ungkit masalah virginitas si cewek. Dan kisah berlanjut dengan tarik-ulur. Dan dengan klimaks sebuah penyesalan, karena Lana terlambat menyadari bahwa sebenarnya ia jatuh cinta pada Fabian.

Tetapi ada sedikit yang menggangu saya setelah menamatkan novel ini. Karla tidak mengungkapkan mengapa Fabian bersikeras menggoda Lana dengan mempertanyakan kegadisannya (ouch!). Trus, pada bagian Lana menemukan laki-laki lain (Danny), bagian itu kurang diulas secara mendalam. Maunya saya, ya Lana dan Danny juga jatuh-bangun dulu jadi ceritanya bisa lebih panjang. Hehe…

10 thoughts on “book review: Bellamore.

  1. Wuihhh..kayaknya seru tuh…eh kasih bocoran endingnya donkz..harganya brapa bro?…hehe…keren ih pas bagian “Pria di hadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak punya hubungan darah apa pun denganku…” tapi kelanjutannya beda..hahaha..kocak euy..kayaknya gw juga musti beli nih…

  2. git, plizzz deh.. jangan kaya punjabi n da genk gitu donk, masa cerita yang aturan pendek mu dipanjang2in? pasti tokoh utamanya mau dikasih hidup yang sulit, jatuh, bangun, jatuh lagi 50 kali, baru bangun, ditengah-tengah cerita ada adegan kecelakaan, tiba-tiba operasi plastik, dimana bukan cuma muka yang dioperasi, tapi juga badan yang tiba2 jadi tinggi n kekar, muka yang tiba2 jadi lonjong, n mata yang tiba2 berwarna cokelat, which the real reason is; tokoh utamanya dah eneq, neeh sinetron kaga tamat2! belum lagi tokohnya mengalami amnesia, dijebak seorang janda kaya yang ngebet pingin kawin, aduuuuuh… cape!!! gw rasa ALLAH aja nggak mungkin sekejam itu bikin skenario hidup buat hamba-NYA…

  3. gmbrx lmyn lah but kurang rame dkit gmana klo d kasih nuansa cinta kayakx cucok bgt bwt cover novel abwt cinta gto slm knl???????????????????

  4. Hmm..nurut gw si Fabian trs2an godain Lana krn emank nurut dy msh virgin di usia 27 tuh absurd bgt..en ada cewek yg mati2an ngejaga virginity mpe nikah bnr2 gak msk akal ama dy..yah,lariny ke mslh perbedaan budaya lg kn..secara bule..hehe..
    Kalo gak,ya emank sifatny Fabian yg suka iseng en becanda..kyk yg pernah dy blg ke Lana, “me and my bad jokes. It’s a family curse…”
    Oya,slm kenal..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s