book review: Burned Alive.

Burned Alive // Souad

Got this book from the office’s library, Burned Alive had put me in burst of tears. The publisher said it is a true story about woman who got burned alive by her brother-in-law because she disgraced her family (a.k.a being pregnant and unmarried).

Mostly I skipped the first chapter because I was so mad to continue reading about her bitter account of what it was like to grow up as a female in a remote Palestinian village.

Below, I quoted a paragraph from first chapter (sorry, it’s in Indonesian version):

Di desaku, jika para lelaki dewasa disuruh memilih antara seorang gadis dan seekor sapi, mereka akan memilih sapi. Ayahku selalu mengulang-ulang tanpa henti bahwa kami, kaum perempuan, tidak ada artinya. Seekor sapi menghasilkan susu dan anak sapi. Kau bisa menjual keduanya dan membawa uangnya pulang. Tetapi seorang anak perempuan? Apa yang didapatkan keluarga darinya? Tidak ada. Apa yang dihasilkan keluarga darinya? Tidak ada. Apa yang dihasilkan sapi untuk kami? Wol. Kau jual wol itu dan kau mndapatkan uang. Anak-anaknya tumbuh besar, melahirkan lebih banyak anak lagi, lebih banyak lagi susu untuk kau buat keju, kau jual dan kau bawa uangnya pulang. Seekor sapi dan seekor domba lebih berharga daripada seorang anak perempuan. Dan kami para anak perempuan tahu hal ini karena sapi-sapi, domba-domba, dan kambing tidak pernah dipukuli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s