Archive Page 2

book review: Perahu Kertas.

Perahu KertasNamanya Kugy. Mungil, pengkhayal dan berantakan. Ia bersikeras menjadi seorang juru dongeng.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik dan penuh kejutan. Ia ingin hidup dari melukis.

Keduanya bertemu pada pertengahan tahun 1999 sebagai mahasiswa di Bandung.

Aliran cerita yang jalin-menjalin dalam 46 bab plus epilog ini bagi saya layaknya menaiki sebuah permainan roller coaster. Emosi saya naik-turun.

Saya terbawa sedih dan nelangsa waktu Kugy menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Keenan, tapi keadaan pada saat itu sangat tidak memungkinkan baginya untuk berterus-terang. Lalu membutuhkan waktu bertahun-tahun sesudahnya bagi Kugy dan Keenan untuk bersama, di mana saat itu senyum saya tersungging atas keberhasilan mereka memecahkan misteri dan rintangan yang dihadirkan oleh cinta.

Dan itulah yang membuat saya menamatkan novel ini hanya dalam waktu satu hari, waktu saya sedang sakit perut dan mangkir pergi ke kantor.

pergi outing (lagi).

Pada akhir pekan menjelang Hari Kemerdekaan RI,saya pergi outing lagi. Kali ini nebeng dengan kantor sebelah. Cerita selengkapnya dalam foto:

Awalnya takut, setelahnya agak nagih.

Awalnya takut, setelahnya agak nagih.

Hohoho, kesampaian juga berduet dengan Cipukun.

Hohoho, kesampaian juga berduet dengan Cipukun.

Makanan sunggu berlimpah ruah. Alhamdulillah.

Makanan sungguh berlimpah-ruah. Alhamdulillah.


pergi outing.

Akhir pekan kali ini saya melakukan kegiatan outing bersama teman-teman sekantor di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Kami berangkat dengan dua bus berkapasitas 25 tempat duduk pada hari Jumat sekitar pukul dua siang. Menuju detik-detik keberangkatan masih banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikan terutama memberangkatkan orang-orang yang akan menghadiri rapat di Sulawesi Barat minggu depannya.

Berpegang teguh pada motto Impossible We Can, Miracle We Do plus aliran adrenalin yang mengucur deras, tugas-tugas tersebut terselesaikan (utamanya oleh CieDie dan Mba Ria, karena saya kurang memahami teknis pemesanan tiket pesawat) juga.

Cerita selanjutnya ada dalam foto-foto berikut:

Nggak bisa lihat pemandangan bagus, langsung deh berpose.

Nggak bisa lihat pemandangan bagus, langsung deh berpose.

Sejuk...

Sejuk...

Barbeque anyone???

Barbeque anyone???

Hehehe, nggak bisa lihat microphone nganggur.

Hehehe, nggak bisa lihat microphone nganggur.

Disela-sela acara malam itu, kami menyempatkan diri untuk memberikan Mba Nina kejutan di hari ulang tahunnya. Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Mba. Semoga sukses dan sehat selalu. Amin.

Disela-sela acara malam itu, kami menyempatkan diri untuk memberikan Mba Nina kejutan di hari ulang tahunnya. Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Mba. Semoga sukses dan sehat selalu. Amin.

Esoknya, kami menaklukkan Safari Trek sejauh 4 Km.

Esoknya, kami menaklukkan Safari Trek sejauh 4 Km.

Papan petunjuk untuk menjadi penjelajah yang budiman: 1. Tidak meninggalkan sesuatu selain jejak; 2. Tidak mengambil sesuatu selain foto; dan 3. Gunakan hanya air dan udara segar.

Papan petunjuk untuk menjadi penjelajah yang budiman: 1. Tidak meninggalkan sesuatu selain jejak; 2. Tidak mengambil sesuatu selain foto; dan 3. Gunakan hanya air dan udara segar.

Di persimpangan jalan, kami bertemu dengan gajah yang jinak.

Di persimpangan jalan, kami bertemu dengan gajah yang jinak.

Di tengah perjalanan kami bertemu dengan anak sungai yang jernih nian airnya. Langsung, deh, kami nyemplung :-D

Di tengah perjalanan kami bertemu dengan anak sungai yang jernih nian airnya. Langsung, deh, kami nyemplung :-D

Yuhuuu... berhasil! Berhasil!

Yuhuuu... berhasil! Berhasil!

Setelah check-out dari TSI, ke tujuh orang ini berangkat ke Cianjur untuk menghadiri resepsi pernikahan Lislis dan Adi. Barakallah, Lis.

Setelah check-out dari TSI, ke tujuh orang ini berangkat ke Cianjur untuk menghadiri resepsi pernikahan Lislis dan Adi. Barakallah, Lis.

Sepulang dari Cianjur, bus kami berhenti karena jalur Puncak ditutup satu arah.

Sepulang dari Cianjur, bus kami berhenti karena jalur Puncak ditutup satu arah.

Karokean lagi untuk membunuh rasa jenuh.

Karokean lagi untuk membunuh rasa jenuh.

Ada sekotak bolu Meranti yang dibawa oleh Lussy, tapi belum dipotong. Maka turunlah CieDie dan Mia untuk meminjam pisau/cutter pada penjual bakso urat. Niat banget, hehehe...

Ada sekotak bolu Meranti yang dibawa oleh Lussy, tapi belum dipotong. Maka turunlah CieDie dan Mia untuk meminjam pisau/cutter pada penjual bakso urat. Niat banget, hehehe...

Lagu-lagu karaoke sudah ditamatkan, saatnya untuk disko.

Lagu-lagu karaoke sudah ditamatkan, saatnya untuk disko.

menjelang reuni SD.

Si Ndut sedang di kapal menuju Biak, Papua. Si Mpit menghabiskan hari Sabtunya di Dufan. Dan saya bertemu dengan teman-teman dari sekolah dasar.

Agar terdengar keren, pertemuan kami ini diberi judul Pra-Reuni SD Pengadilan 1 Angkatan 1993. Mengambil tempat di resto Solaria (lantai atas), Botani Square, berkumpulah 10 kepala yang pada kurun waktu 1987 – 1993 bermain dan belajar bersama mengenai hal-hal dasar dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan.

Ada Affan, Dinil, Elfa, Ginajar, Hadi, Indrisa, Irsan, saya, Yogi, dan Yosi. Ada beberapa wajah yang membuat saya pangling, apa iya dulu kita pernah satu kelas. Hehehe.

Obrolan kami beredar di seputaran guru-guru, tukang dagang, dan Tezar. Wuahhh, ternyata semua yang hadir memiliki kisah tersendiri dengan teman saya yang nakalnya nggak ketulungan itu.

Di antara kisah-kisah lucu, terselip juga kisah sedihnya. Beberapa teman kami telah tiada. Ya Allah tempatkanlah mereka di sisi-Mu yang paling mulia. Amin.

Tepat pukul dua siang kami akhiri pertemuan tersebut dengan janji untuk bertemu kembali saat buka puasa bersama nanti.

Akhir kata, saya berterima kasih kepada Mark Zuckerberg atas situs pertemanan buatannya :-D

Dari ki-ka: saya, Elfa, Indrisa, dan Dinil

Dari ki-ka: saya, Elfa, Indrisa, dan Dinil.

Dari ki-ka: Hadi, Yosi, Irsan, Ginanjar, Affan, saya, Yogi, Elfa, dan Dinil. Minus Indrisa yang harus pergi merias penganten.

Dari ki-ka: Hadi, Yosi, Irsan, Ginanjar, Affan, saya, Yogi, Elfa, dan Dinil. Minus Indrisa yang harus pergi merias penganten.

sebagai penglaju di atas KRL.

Benarlah kata Si Mpit
Ketika lagu MJ menyeruak tatkala pintu kereta terbuka
Kita sudah sampai di Stasiun Bojonggede.

« Previous PageNext Page »