Seharusnya kita tidak bertemu di hari Rabu
Entah hawa apa yang membuat hati kelu
Haruskah menyalahkan pada bumi
dan manusia-manusia kemarin
Atau ambillah sejumput pasir
dan tiupkan padaku
Agar aku hirau
Tapi, sebaiknya kita tak usah bertemu di hari Rabu
Aku benci… benci sekali pada kebisuan itu
Archive for the 'me and poetry' Category
Aku ingin ke desa
Yang…
Damai, tenram
Bersama
Bertani maupun berternak
Berkhidmat kepada mpu-nya hidup
Berhikmah kepada sesama
Bersama
Menyambut mati
am i a good person?
am i a bad person?
just tell me…
am i less precious than a thing?
or just human?
in the night this cold
i call upon my father
shoutingmy regret
Aku Ingin Melukis Rumah Untukmu, Anakku
Sedang duduk kita di beranda
tangan-tangan kecilmu dan terang bolamatamu
adakah bedanya
dengan gambar kecilku dulu
waktu kulukis rumah
tanpa pintu tanpa jendela
dan langit kelabu di atasnya
Ingin kuhapus masa lalu
hari-hari terisak yang sukar engkau mengerti
Sekarang di belakangmu aku berdiri
Sudahkah benar aku menjadi ayah
setelah memberimu beberapa
sesuatu yang tidak engkau pinta
namun aku harus melakukannya
Selagi kental tinta kasih sayang kita
mungkin belum pudar persahabatan, kejujuran,
dan semua saja yang pernah kita bangun
menuliskan garis dan warna menawan
Ingin aku melukis lagi sebuah rumah untukmu
dengan awan putih di atasnya
Sebuah rumah yang terang
berpintu dan berjendela
agar bebas mengalir lalu lalang
benderang nurani kita
Courtesy of Hendrawan Nadesul
