Archive for the 'me and families' Category

thank you.

(Menggunakan kata “saya”)

Hari ini umur saya genap 28 tahun 4 hari.
Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengizinkan saya menapaki usia 28.
Saya bersyukur kepada Allah SWT atas keselamatan dan kesehatan yang melingkupi keluarga saya.
Saya bersyukur kepada Allah SWT atas persahabatan yang saya jalani selama ini, walau sebagian dari padanya terasa semakin menjauh. Hiks. Ayo, kalian, dekati daku lagi…

from-mba-nin-and-ciedie_2Kepada Mba Nin dan CieDie, saya ucapkan terima kasih atas Breaking Dawn-nya. Kaget banget dibuatnya, karena begitu mereka selesai membayar buku ini, langsung begitu saja diberikan kepada saya. Mlongo-mlongo, deh.

from-mamisinga_2Kepada Mamisinga, terima kasih juga atas kalungnya. Duh, deg-degan deh waktu buka pembungkusnya, tak kira “dikadoin” apa gitu. Ternyata dirimu perhatian banget, hohoho.

Dan, kepada mereka yang mampir via salam tempel, FB, YM, SMS, dan telepon, terima kasih banyak. You all bring such happiness that day.

leave my mommy alone at home.

Senin ini adalah minggu kedua setelah libur Lebaran. Anak-anak sekolahan dan kuliahan baru mulai masuk, termasuk adek gw, Si Ndut, yang akan menjalani perkuliahan lagi di IPB.

Pagi-pagi buta kedua anaknya nyokap (gw dan Mpit) dah brang-bring-brung di dapur, kamar mandi, maupun di kamarnya masing-masing. Pada pukul 05.30, kami sudah rapi dan harum, siap berangkat menuju tempat aktivitas.

Saat melepas kepergian kami di pintu rumah, tampak nyokap melepas kami dengan berat hati karena nyokap akan kembali menghabiskan hari-harinya sendirian (seminggu kemaren kan ditemenin Si Ndut). Gw jadi sedih melihatnya. Segera setelah mencium tangan nyokap, gw langsung kaburrr… bisa-bisa gw bakal menitikkan air mata.

absen shalat Idul Fitri 1429 H.

Kedua adik gw sulit dibangunkan pada pukul 05.45. Setelah mereka bangun dan mandi, masih juga direpotkan dengan segala perlengkapan yang belum siap. Kelabakan deh mencari mulai dari kaos dalam (Si Ndut ga’ bawa kaos dalam dari rumah, akhirnya memakai kaos dalam gw, kesempitan-kesempitan deh), baju koko (yang ternyata pagi-pagi malah dimasukkan ke dalam mesin cuci oleh nyokap), sajadah, mukena (ternyata mukena yang dibawa Si Mpit yang buluk, heran), sampai sendal jepit.

Pada pukul 06.30, gw, nyokap, tante, dan Si Mpit menuju tanah lapang tempat shalat Idul Fitri diselenggarakan. Si Ndut dan Ilham (anaknya tante) begitu dapat sajadah langsung ngacirrr. Seperempat jalan menuju tanah lapang terdengar suara imam membaca surat Al-Fatihah. Keempat cewek-cewek ini saling berpandangan penuh arti. “Kita telat!”, cerita pandangan penuh arti tersebut. Langkah kami pun menjadi surut, dan kami langsung membalikkan badan kembali menuju rumah.

Aaargh, tahun ini gw absen shalat Ied…. Anyway, Taqaballaahu minna wa minkum, wa shiamana wa shiamakum. Minal aidin wal faidzin.

i’ve got the bouquet.

Seminggu yang lalu (18/5) di pernikahan sepupu gw, untuk beberapa saat gw merasakan menjadi pusat perhatian. Hohoho.

Atas kontribusi seorang bibi yang sangat vokal (aka. meneriaki gw dari jarak 10 meter agar gw ikut serta dalam acara mengentaskan kemelajangan), gw berhasil didirikan diantara sekelompok perempuan-perempuan muda (banget dibandingkan usia gw) teman sang pengantin wanita untuk merebut buket bunga yang konon bagi siapa pun yang mendapatkannya dialah yang akan naik ke pelaminan berikutnya. Amin.

Dalam pemikiran gw kala itu—setelah berhasil menghalau rasa malu karena kevokalan sang bibi—wahhh jikalau berhasil mendapatkan buket bunga ini mungkin ada semacam doorprize yang menarik. Minimal voucher makan gitu di resto pizza.

Gw pun menyusun strategi. Awalnya gw berdiri di bagian samping kanan dari kedua pengantin. Tapi di bagian ini perempuan-perempuan muda usia itu cukup padat bergerombol. Kalau begini bisa-bisa terjadi fight cat. Gw pun berpindah ke sisi kiri yang lebih sepi peminat sehingga lebih leluasa bagi gw untuk melakukan berbagai macam lompatan. Gw mantapkan posisi gw demi sebuah voucher. Yeah.

the bouquetAnd, here goes the bouquet…

Buket bunga mawar putih itu melayang dengan sempurna dari tangan kedua mempelai. Melambung dengan cantik menuju kerumunan jomblo-jomblo yang berteriak-teriak girang. Tak dinyana, buket tersebut meluncur ke arah gw layaknya sandal jepit yang digunakan untuk menyambit maling jemuran. Gw sempat bereaksi untuk menunduk dan menyelamatkan kepala gw dengan kedua tangan, nggak mau benjol. Namun dalam satu detik kemudian, tangan kanan gw menangkapnya. Gw terpaku. Buket mawar itu ada di tangan gw. Ohhh, beginikah rasanya jika berhasil menangkap bola dan memenangkan inning bagi tim baseball lo???

the happy catcherKembali ke situasi. Kerumuan perempuan-perempuan muda usia itu mulai terurai diiringi tepukan tangan (buat gw, pastinya). Kemudian beberapa kaum kerabat menghampiri dan mengucapkan selamat serta doa agar gw segera menjadi pengantin. Gw terharu, inikah doorprizenya???

within sadness.

My beloved Dad
You may smile up there
Si Ndut accepted at IPB

Next Page »


Keeping my feet stay on the ground:

Friendship is born at that moment when one person says to another: "What! You too? I thought I was the only one.
.:C.S. Lewis:.

Twitter Updates