Beberapa teman yang akan menjadi agen Neptunus juga

Nus, ini surat lamaran kami. Mohon dipertimbangkan, ya. -SLL-
just another pieces of me
Beberapa teman yang akan menjadi agen Neptunus juga

Nus, ini surat lamaran kami. Mohon dipertimbangkan, ya. -SLL-
Diajak, tepatnya diracuni seorang teman, maka mendaratlah saya dalam komunitas Goodreads Indonesia. Tidak lama sesudah daftar menjadi anggota, saya langsung mengikuti kegiatan mereka.

Judulnya, sih, boleh Ririungan dengan GRI Bogor. Tapi peserta terbanyak justru datang dari Jakarta.
2 Agustus 2009. Kopdar dengan anggota GRI di Bogor. Acaranya makan-makan, jalan-jalan, dan bagi-bagi buku. Sempat terbengong-bengong karena tidak bisa menjawab kuis-kuis yang dilontarkan. Tapi, pada akhirnya saya tidak pulang dengan tangan kosong. Saya berhasil menggondol The God of Small Things (Arundhati Roy) versi bahasa Inggris. Yipeee…

19 Agustus 2009. Tawaran untuk menonton film cin(T)a, yang diputar secara terbatas itu, tentunya tidak saya lewatkan.

30 Agustus 2009. Mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama GRI dan Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dalam acara Mencari Bintangmu di Langit. Mengundang juga dua ratus siswa-siswi SMP dan SMA dari seputaran Jakarta untuk lebih mengenal dunia penerbangan dan antariksa.
Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal dan berantakan. Ia bersikeras menjadi seorang juru dongeng.
Namanya Keenan. Cerdas, artistik dan penuh kejutan. Ia ingin hidup dari melukis.
Keduanya bertemu pada pertengahan tahun 1999 sebagai mahasiswa di Bandung.
Aliran cerita yang jalin-menjalin dalam 46 bab plus epilog ini bagi saya layaknya menaiki sebuah permainan roller coaster. Emosi saya naik-turun.
Saya terbawa sedih dan nelangsa waktu Kugy menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada Keenan, tapi keadaan pada saat itu sangat tidak memungkinkan baginya untuk berterus-terang. Lalu membutuhkan waktu bertahun-tahun sesudahnya bagi Kugy dan Keenan untuk bersama, di mana saat itu senyum saya tersungging atas keberhasilan mereka memecahkan misteri dan rintangan yang dihadirkan oleh cinta.
Dan itulah yang membuat saya menamatkan novel ini hanya dalam waktu satu hari, waktu saya sedang sakit perut dan mangkir pergi ke kantor.
Bagaimana mungkin seorang pengacara sukses dapat jatuh cinta kepada seorang penjaga ladang? Atau hanya karena nafsu semata, karena si pengacara pernah tak sengaja melihat si penjaga ladang mengguyurkan air sumur ke sukujur tubuhnya yang six pack sempurna itu?
Bagaimana mungkin seorang penjaga ladang dapat jatuh cinta kepada seorang pengacara sukses yang sangat arogan? Atau hanya karena nafse semata, karena si penjaga ladang diminta membebaskan seekor ular hijau kecil yang nakal yang berhasil menyelinap ke dalam blus si pengacara?
Cinta atau nafsu? Siapakah yang harus mengalah pada kata hati, atau siapakah yang berhasil mengungguli logika? Temukan semua jawabannya dalam karya Karla M. Nashar terbaru ini.
And, I love it. Thank you, Yusi, for lending this book.
Memanfaatkan acara Pesta Buku Gramedia, 1-5 April 2009 yang digelar di Gedung Kompas Gramedia, Jl. Palmerah Barat, Jakarta.
1. Don’t Sweat the Small Stuff at Work oleh Richard Carlson (Rp 7.000,-)
Kita diajak untuk membuka pikiran bagaimana kita mendekati pola-pola yang ada dalam dunia kerja sehingga kita terhindar dari perilaku mempersoalkan masalah-masalah kecil yang berhubungan dengan pekerjaan. Buku ini menjanjikan cara-cara mudah untuk membuat pekerjaan bukan lagi sesuatu yang menimbulkan stres, melainkan sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan.
Alasan membeli: atas referensi dari Ayu. Katanya dia sering berulang-ulang membaca buku ini.
Kesimpulan: setelah membacanya, gw memutuskan menyukai bab tentang “TGIT”, Thanks God Its Today.
2. Don’t Sweat the Small Stuff for Woman oleh Kristine Carlson (Rp 7.000,-)
Sebagai perempuan, kita menjalani hidup yang sangat berat di zaman (absurd) ini, apalagi jika kita sekaligus mengemban beban ganda (baca: sebagai perempuan bekerja dan ibu rumah tangga kelak). Kita hanya mempunyai sedikit waktu untuk bersantai. Buku ini menunjukkan bagaimana cara menikmati hidup dengan ketenangan, kedamaian dan kegembiraan di tengah hiruk-pikuk dunia ini.
Alasan membeli: karena buku ini diobral bersebelahan dengan buku di atas.
Kesimpulan: buku yang ditulis istri dari Richard Carlson ini mengulik permasalahan perempuan yang njelimet itu dengan cukup singkat dan tanpa menggurui. Dalam buku ini gw menyukai bab mengenai “Menjadi 99% Bebas dari Gosip”.