book review: Forever Yours.

forever yours150Bagaimana mungkin seorang pengacara sukses dapat jatuh cinta kepada seorang penjaga ladang? Atau hanya karena nafsu semata, karena si pengacara pernah tak sengaja melihat si penjaga ladang mengguyurkan air sumur ke sukujur tubuhnya yang six pack sempurna itu?

Bagaimana mungkin seorang penjaga ladang dapat jatuh cinta kepada seorang pengacara sukses yang sangat arogan? Atau hanya karena nafse semata, karena si penjaga ladang diminta membebaskan seekor ular hijau kecil yang nakal yang berhasil menyelinap ke dalam blus si pengacara?

Cinta atau nafsu? Siapakah yang harus mengalah pada kata hati, atau siapakah yang berhasil mengungguli logika? Temukan semua jawabannya dalam karya Karla M. Nashar terbaru ini.

And, I love it.  Thank you, Yusi, for lending this book.

2 Responses to “book review: Forever Yours.”


  1. 1 mymonas June 17, 2009 at 12:25 am

    cinta dan nafsu bedanya tipis sekali. Cinta tanpa nafsu tidak akan langgeng, tapi nafsu tanpa cinta hmmmm tahu sendiri-lah.

    Keduanya seperti gula dan kopi, kalau dicampur dengan takaran yang tepat, akan terasa hingga ke ubun-ubun.

    Sekian dan terima kasih *mau ke toilet dulu*

  2. 2 pagit June 23, 2009 at 8:16 am

    Terima kasih untuk komentarnya, Opa. Apa-apa yang terlalu berlebihan belum tentu baik. Tapi yang pas takarannya, semoga bertahan lama. Amin.


Leave a Reply