Archive for July, 2007

be strong, Git!

Sebelum makan siang hari ini, gw menghadap bos besar untuk mendengarkan hasil evaluasi kinerja gw selama 3 bulan terakhir.

Evaluasi ini sudah gw tunggu semenjak seminggu kemarin. Cemas bercampur satu dengan rasa ingin tahu, ya karena inilah proses evaluasi kerja pertama yang gw alami setelah dua tahun lebih bekerja.

Udara panas sekali, maklum kemarau. Daun-daun kering berguguran memisahkan diri dari tangkainya … (apa seh?!?)

Let’s go back to the business, but I skipped the details. Berdasarkan perhitungan jam kerja, jam kerja gw jauh di bawah standar. Dengan demikian gw harus memilih salah satu opsi yang ditawarkan. Pertama, gw memperbaiki jam kerja gw selama satu bulan ini dengan konsekuensi honor gw dipotong setengah. Atau, kedua, gw mengundurkan diri.

Wuahhh, tersambar petir ga’ tuh.

Setelah gw berdiskusi dengan salah satu senior, emosi gw menurun, walau sedikit ga’ bisa nahan kesedihan. Menurut dia, lebih baik gw bertahan dan memperbaiki diri.

Teman-temanku di luar sana, doakan aku supaya bisa menjalani ini dengan baik (dengan sebagaimana mestinya), ya.

have you ever googling yourself?

Suddenly this idea across my mind when my friend asked me to find someone within the social networking site. Instead I’m doing what she wants, I’m gogling myself. And… look what I found, beside my posts from the blog, the search engine also presenting my late selection process in several corporation. They mention my fullname and my mobile number also. Last but not least, a story from Chris when we both spent entire day at the imigration office.

It is like reading your own history. Little bit scary, though. So why don’t you try googling yourself today, you will never know what you’ve get.

i got interviewed.

Minggu kemarin gw mendatangi sebuah wawancara kerja di bilangan Kalibata, Jakarta. Posisi yang gw lamar itu serupa dengan kerjaan gw sekarang, sekretaris (palsu) merangkap PR (gadungan).

Harapan gw melambung lumayan tinggi, karena apa? Karena gw merasa pengalaman gw selama dua tahun itu menjadikan gw punya posisi tawar yang lebih oke daripada sebelumnya. Singkatnya, honor/gaji yang gw harapkan bisa terakmodasi.

Sigh… harapan ternyata tinggal harapan. Ketika pembicaraan beralih pada masalah honor/gaji, ternyata sang pemberi kerja menawarkan nominal yang hanya terpaut 10% dari honor/gaji yang gw terima sekarang ini. Dan dengan berat hati, gw menolak tawaran kerja tersebut.

Gw termasuk orang dengan kadar matre rata-rata. Gw akan milih lingkungan kerja yang fun walau dengan honor/gaji yang mengenaskan, tapi tetap berharap punya lingkungan kerja yang fun sekaligus honor/gaji yang oks banget, daripada lingkungan kerja yang bete abis dan honor/gaji yang ngenes. Siapa juga yang mau?!?

Tapi untuk saat ini, sekali lagi gw harus bersabar. Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, hilangkanlah kebeteean, iri dan dengki dalam hati hamba agar hamba dapat bekerja dengan baik sebagai bagian ibadah kepada-Mu. Ya Allah Yang Maha Mendengar, dengarlah permohonan hamba ini…


Keeping my feet stay on the ground:

Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like it's heaven on Earth.
.:Mark Twain:.

Twitter Updates