Archive for June, 2007

book review: Bellamore.

BellamoreUntuk kesekian kalinya gw jatuh cinta pada sebuah novel karena rupanya. Padahal gw penganut ketat falsafah don’t judge a book by its cover. Novel yang satu ini memang sukses menggaet gw. Desain sampulnya sederhana banget, dominasi putih dengan bingkai warna baby pink dan judul dengan tipografi agak-agak jadul. Pokoknya kesan romantis dalam novel itu dah terbayangkan oleh gw.  Aturan kedua bagi gw dalam membeli novel yang “love at first sight” adalah mengecek nukilan cerita pada sampul belakangnya agar falsafah di atas tidak terlalu gw langgar. Dan gw mendapakan nukilan yang provokatif berikut ini:

“but what do you do if you get horny?”
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!
Pria di hadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak punya hubungan darah apa pun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!!

Hahaha, pasti para cewek penggemar chicklit (dan seri Harlequin) langsung angguk-angguk setuju untuk segera membelinya atau setidaknya menangguhkannya sampai waktu gajian tiba… dan wuzzz berlalu menuju toko buku terdekat.

Pada bagian awal, alur ceritanya mirip drama Korea. Penuh kesalahpahaman yang diawali kegeraman si tokoh cewek (Lanavara) terhadap si tokoh cowok (Fabian Ferdinandi) yang berdarah Italia yang selalu mengungkit-ungkit masalah virginitas si cewek. Dan kisah berlanjut dengan tarik-ulur. Dan dengan klimaks sebuah penyesalan, karena Lana terlambat menyadari bahwa sebenarnya ia jatuh cinta pada Fabian.

Tetapi ada sedikit yang menggangu gw setelah menamatkan novel ini. Karla tidak mengungkapkan mengapa Fabian bersikeras menggoda Lana dengan mempertanyakan kegadisannya (ouch!). Trus, pada bagian Lana menemukan laki-laki lain (Danny), bagian itu kurang diulas secara mendalam. Maunya gw, ya Lana dan Danny juga jatuh-bangun dulu jadi ceritanya bisa lebih panjang. Hehe…

to GOD part 2.

Tuhan, aku minta pacar (satuuu ajah)
Jika pacarku masih jauh, dekatkanlah
Jika pacarku belum kukenal, perkenalkanlah
Jika kami belum bertemu, pertemukanlah
Jika kami belum saling tertarik, berilah kekuatan untuk saling menarik (kok, jadi lomba tarik-tambang yah?)
Jika kami belum sadar saling tertarik, sadarkanlah
Jika kami belum berani untuk mengakui, berilah kekuatan untuk mengaku
Jika dia KAU persiapkan untuk menjadi suamiku, berilah aku keberanian untuk menikah dan menjalaninya dengan baik
Amin…

Aku yakin KAU mendengar pintaku ini dan akan segera menjawab
Karena KAU Maha Baik dan Maha Mendengar
Amin…

to GOD.

GOD, please get me out of this shell!!!

seldom clear thought.

am i a good person?
am i a bad person?
just tell me…
am i less precious than a thing?
or just human?